Menu

Lomba Semarak 1.000 Hafiz Lahirkan Generasi Qurani

  Dibaca : 740 kali
Lomba Semarak 1.000 Hafiz Lahirkan Generasi Qurani
IKUTI LOMBA— Sebanyak 900 peserta mengikuti lomba Semarak 1.000 Hafizh yang digelar Pemkab Agam. (peri rahman/posmetro)

AGAM, METRO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Isra mengatakan, ” Diselenggarakannya lomba semarak 1.000 hafiz selain memberikan motivasi dan semangat kepada penghafal Alquran, juga dapat menciptakan generasi penerus yang Qurani menuju Agam Madani”.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Isra saat membuka lomba semarak 1.000 hafiz, di Hotel Pusako Bukittinggi, Minggu (24/11). Ia mengatakan, Pemkab Agam mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya lomba semarak 1.000 hafiz ini.

“Dukungan yang diberikan terlihat dari jumlah peserta yang melebihi perkiraan panitia. Untuk Agam bagian barat diikuti sekitar 400 peserta, dan Agam timur 500 peserta yang diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah karena pendaftaran masih berlangsung,” kata Isra.

Lomba semarak 1.000 hafiz suatu rangkaian kegiatan yang digagas Pemkab Agam dalam rangka mewujudkan visi dan misi Agam BISA menuju Agam Mandiri Berprestasi yang Madani.

Menurut Isra, lomba semarak 1.000 hafizh wujud dari komitmen dan konsistensi pemerintah daerah, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berbasiskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Alquran. Selain itu juga bagian dari proses pencerdasan kehidupan beragama dalam masyarakat Agam yang terkenal agamais, terutama dalam rangka membangun kembali fundamental karakteristik masyarakat Agam yang berbasiskan syariah.

“Untuk itu mari kita ciptakan generasi masa depan yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan, dengan cara melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan keagamaan,” sebutnya.

Di samping itu, Isra juga berharap agar anak-anak dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan budaya seperti silat dan pasambahan di pondok Alquran, rumah tahfiz, TPA/MDA dan pondok pesantren. Selain anak mampu baca tulis Al-Qur’an dengan baik, mereka juga bisa melestarikan seni budaya di tengah masyarakat.

“Kepada pimpinan pondok pesantren, pondok Alquran, guru TPA/MDA kita mengucapkan terimakasih, yang telah mendidik anak dalam menghafal dan mempelajari isi kandungan Alquran. Sehingga ke depannya diharapkan terciptanya ratusan bahkan ribuan penghafal Alquran di Agam,” ujar Isra berharap.

Kabag Kesra Setda Agam, Surya Wendri menyebutkan, lomba semarak 1.000 hafizh dilaksanakan dua hari. Hari pertama, Sabtu (23/11), di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung dan hari kedua, Minggu (24/11) di Hotel Pusako Bukittinggi dengan pesertanya diperkirakan mencapai 1.000 orang.

“Syarat peserta harus hafal minimal dua juz, dengan usia maksimal 18 tahun yang berasal dari Kabupaten Agam. Bagi 300 hafizh terbaik diberikan uang pembinaan Rp400 ribu per orang dan Rp100 ribu untuk setiap peserta,” pungkasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional