Close

Lomba Desain Batik Tingkatkan Ekonomi Warga di Padangpariaman

Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, membuka kegiatan lomba desain batik tingkat Kabupaten Padangpariaman.

PADANGPARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, membuka kegiatan lomba desain batik tingkat Kabupaten Padangpariaman.  “Saya harapan lomba desain batik Padangpariaman  dapat melahirkan para pembatik dalam daerahnya,” kata Bupati Pa­dang­pariaman Suhatri Bur, kemarin. Suhatri Bur harapkan desain batik tingkatkan perekonomian masyarakat dalam Kabupaten Padangpariaman.

Katanya, lomba desain batik Padangpariaman ini tentunya merupakan upaya dalam peningkatan pendapatan masyarakat nagari dengan cara pe­nguatan ekonomi produk anak nagari melalui pem­berdayaan UP2K-PKK/UMKM Nagari  tahun 2021.

Bupati menyebutkan bahwa berbagai usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) PKK di tingkat rumah tangga menjadi pilihan dan langkah awal yang sangat penting dalam mengembangkan pem­berdayaan ekonomi keluarga untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. “Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK di tingkat rumah tangga menjadi pilihan dan langkah awal yang sangat penting dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Dikatakan, dimana pemberdayaan ekonomi keluarga pada dasarnya adalah agar seluruh  anggota keluarga terlibat langsung dalam  kegiatan-kegiatan produktif.

Sehingga katanya,   dengan sendirinya akan menambah pendapatan keluarga itu sendiri, dan langsung tidak langsung akan menciptakan ketahanan ekonomi keluarga, ketahanan ekonomi keluarga akan mendorong ketahanan ekonomi masyarakat dan dengan sendirinya akan muningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

Ia juga menambahkan keberadaan   UP2K-PKK maupun UMKM di Kabupaten Padangpariaman mutlak harus di berdayakan dan diperkuat baik secara kelemba­gaan, bisnis plan dan bisnis orientasi Keber­lanjutan.

Kemudian lanjutnya, menciptakan kondisi untuk mendorong kemampuan untuk menciptakan nilai tambah dari keterbatasan yang dimiliki melalui peluang usaha yang kreatif, mengelola sumber daya dan berani menanggung resiko. “Kegiatan penilaian lomba desain batik Padangpariaman, dengan tema kearifan budaya lokal dan alam Padangpariaman dimana mengandung 2 (dua) makna besar yang sangat menyentuh. Pertama, ini  melihatkan usaha dan  harapan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat  melalui jenis usaha berbasiskan  pengelolaan  Ilmu  dan Keahlian Interpreneur dalam hal   keahlian membatik,” ujarnya.

Kedua jelasnya, yaitu menegaskan kesungguhan usaha  untuk  menjaga   keberlansungan budaya dan kearifan lokal, yang merupakan  kakayaan warisan nenek moyang.  Bupati juga meminta dan berharap kepada  seluruh  Peserta  Lomba agar dapat menge­luarkan segala kemampuan dan keahlaian  terbaik dalam menghasilkan Desain batik  untuk  Padang­pariaman.

Selanjutnya tentu akan dijadikan icon  batik Pa­dangpariaman. Kemudian kepada panitia  ataupun  OPD teknis terkait, Suhatri Bur minta agar dapat membuat   program/kegiatan keberlanjutan atas hasil pelaksanaan   dari lomba desain batik ini. Sehinggga Kegiatan ini kedepannya dapat berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua TP-PKK Yusrita Suhatri Bur dalam sambutannya mengatakan kegiatan gerakan PKK telah dilaksanakan secara menyeluruh, terprogram, continue yang dituangkan pelaksanaan 10 program pokok PKK tersebut dalam 4 pokja, dimana salah satunya adalah pokja II yang mengurus tentang bidang pendidikan dan ketrampilan serta kehidupan berkoperasi.

“Dalam bidang pokja II ini , bagaimana agar setiap kita memiliki skill sehingga kita dapat menghasilkan karya yang juga dapat menambah income kita. Hasil karya yang dapat kita kembangkan dalam mengem­bangkan skill serta keterampilan yang telah dilak­sanakan oleh pokja II yakninya menyulam, melukis, memasak, dan lain sebagainya,” ungkapnya

Beliau juga menyebutkan TP PKK Kabupaten Padangpariaman berinisiatif untuk melaksanakan lomba disain batik ini disamping kita juga memper­siapkan baju batik ikon Padangpariaman yang nantinya akan dipakai oleh para ASN, tenaga honorer, guru-guru sehingga akan menjadi corak atau motif batik yang mencerminkan budaya adat dan alam Padangpariaman karena ini akan menjadi batik ikon Padangpariaman, makanya peserta hanya warga Padangpariaman.

“Kita telah melaksanakan rakor dengan bapak ibu kepala opd beberapa hari yang lalu , untuk itu kita minta kepala opd dapat mengajak , mengikutsertakan dan bersinergi dalam menjalankan program kegiatan. Salah satunya seperti acara ini, disain membatik ini tentu saja Disdagnakerkop dan UKM, DPMPTP dapat bekerjasama dengan TP-PKK dalam berbagai kegiatan produktif sehingga akan tercipta kader kader atau remaja yang kreative, inovatif dan produktif yang dapat menghasilkan walaupun dimasa pandemi ini,” tandasnya. Lomba desain batik Padangpariaman sendiri diikuti oleh 41 peserta dari terdaftar yang akan beradu kreatifitas untuk menjadi yang terbaik.(efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top