Menu

Lokakarya Jelajah Sejarah & Budaya Ditabuh Wawako, Pelajar Harus Banyak Dapat Informasi Sejarah

  Dibaca : 84 kali
Lokakarya Jelajah Sejarah & Budaya Ditabuh Wawako, Pelajar Harus Banyak Dapat Informasi Sejarah
PEMBUKAAN LOKAKARYA— Wakil Wali Kota Sayuti Zohirin membuka lokakarya mengangkat tema jelajah sejarah dan biudaya. (IST)

SAWAHLUNTO, METRO – Komunitas Kota Tua Sawahlunto lolos memperoleh bantuan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelenggarakan kegiatan jelajah sejarah dan budaya Sawahlunto. Di mana di dalam kegiatan tersebut mencakup lokakarya (workshop) dan kunjungan ke lokasi-lokasi terkait sejarah dan budaya. Sekaligus dalam kegiatan ini sebagai media edukasi bagi pelajar setempat tentang status kota warisan budaya dunia yang diberikan UNESCO pada Sawahlunto.

Kegiatan dibuka Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti, Rabu (11/9) di Hotel Parai. Pembukaan kegiatan juga langsung dihadiri Kasubdit Internalisasi Nilai Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI, Edy Suardi. Dijadwalkan, berlangsung selama 4 hari, di 2 hari terakhir akan diisi dengan kunjungan ke lokasi pengrajin Songket Silungkang dan lokasi terkait Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS).

Ketua Komunitas Kota Tua Sawahlunto, Siti Hikmah Mulia Rosa menuturkan, bahwa untuk kunjungan ke lokasi – lokasi OCMHS itu nanti akan sampai ke pelabuhan Teluk Bayur atau Emmahaven di Padang. “Lokasi – lokasi yang menjadi penunjang Warisan Pertambangan Batubara Ombilin Sawahlunto ini kan ada 3 bagian, yakni produksi pertambangan di Sawahlunto, jalur transportasi kereta api yang melewati 6 kabupaten – kota di Sumbar, kemudian bongkar muat ke kapal laut di pelabuhan Teluk Bayur. Jadi nanti kita akan bawa peserta menelusuri ketiga bagian lokasi penunjang warisan tambang Ombilin ini,” kata Rosa.

Ditambahkan Rosa, peserta kegiatan ini adalah pelajar SMA/SMK se – Sawahlunto, yang diwakili oleh 2 orang pelajar dari setiap sekolah. Nantinya, para peserta akan mendapat sertifikat dan penggantian uang transportasi. Selain pelajar, juga ditambah dengan 1 orang guru mata pelajaran Sejarah atau IPS.

Membuka kegiatan itu, Wawako Zohirin Sayuti mengatakan, para pelajar Sawahlunto harus banyak diberikan informasi dan edukasi tentang sejarah ‘Kota Arang’.

“Nanti, pelajar inilah yang bakal menceritakan sejarah dan budaya Sawahlunto ini kepada pengunjung. Sehingga jangan sampai pelajar kita ini malah cuek dan tidak mau tahu tentang sejarah kotanya sendiri. Maka Pemko apresiasi dan dukung ada Komunitas Kota Tua yang telah menginisiasi kegiatan jelajah sejarah dan budaya ini,” kata Zohirin.

Dari Pemko, lanjut Zohirin terkait untuk mengintensifkan edukasi sejarah Sawahlunto kepada pelajar kini tengah mempertimbangkan untuk memasukkan materi sejarah dan budaya Kota Warisan Budaya Dunia versi UNESCO itu dalam bentuk Muatan Lokal (Mulok) di sekolah – sekolah.

“Kita sudah sampaikan ke Dinas Pendidikan untuk dipertimbangkan dan disusun bagaimana sejarah dan budaya Sawahlunto bisa diinformasikan lebih luas pada pelajar, mungkin salah satunya ada peluang memasukkannya dalam Muatan Lokal (Mulok). Mudah – mudahan dalam waktu dekat ini Dinas Pendidikan rampung menyusun ini,” ungkapnya.

Sementara, Kasubdit Internalisasi Nilai Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Edy Suardi menilai, penyelenggaraan kegiatan jelajah sejarah dan budaya di Sawahlunto sangat strategis. “Memang pas sekali, kita lakukan kegiatan mempelajari sejarah di kota yang penuh kekayaan nilai sejarah dan budaya. Di sini, langsung bisa melihat dan merasakan atmosfer sejarah dan budaya Kota Sawahlunto,” ujar Suardi.

Suardi menyarankan, agar tahun depan Komunitas Kota Tua Sawahlunto bisa mengajukan proposal untuk menyelenggarakan kegiatan serupa. “Kita di Kementerian memang setiap tahunnya memfasilitasi kegiatan seperti ini. Selain berbentuk iven, juga dalam bentuk film dan media pembelajaran untuk guru – guru. Informasi lengkapnya bisa dicek di website Kemendikbud,” tutur Suardi.

Dari peserta, kegiatan ini memperoleh respons antusias. Wulan Delvi Rani, pelajar SMA Negeri 3 Sawahlunto yang menjadi peserta kegiatan mengaku, banyak pengetahuan dan referensi baru terutama terkait sejarah ‘Kota Arang’ yang didapat.

“Sejarah Sawahlunto ini kaya, banyak dan beragam. Dari narasumber – tadi, saya mendapatkan banyak sisi lain, kisah lain dari sejarah kota ini. Saya senang, pengetahuan sejarah Sawahlunto saya semakin banyak, bahagia rasanya bisa mengenal lebih utuh kota ini dari menelusuri sejarahnya,” katanya. (*/boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional