Close

Lokakarya FS BDC, Pemko Bukittinggi Siapkan Rencana Fungsi Eks Lapas

LOKAKARYA— Walikota Bukittinggi Erman SafaR membuka lokakarya FS BDC, guna mempersiapkan rencana Fungsi Eks Lapas.

BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi berkolaborasi dengan Tim Korkot 3 Bukittinggi gelar sosialisasi dan lokakarya hasil Feasibility Study Business Development Center (FS BDC). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari di Hotel Grand Bunda, Selasa – Rabu (1-2  Maret).

Team Leader OC 2 Sumbar, Bajang Ahmadi menjelaskan, kegiatan ini dilakukan, setelah terlaksananya kegiatan penyusunan Feasibility Study Business Development Center (FS BDC) di Kota Bukittinggi tahun 2019, oleh tim konsultan evaluasi program KOTAKU. Sehingga sebagai tindak lanjut, dilaksanakan lokakarya dan sosialisasi di tingkat kota.

Salah satu komponen dalam program KOTAKU khususnya di wilayah 1 (Wilayah Loan IDB) adalah Peningkatan Penghidupan Masyarakat (Sustainable Livelihood) untuk mendukung Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh tersebut.

“Komponen program pening­katan penghidupan masyarakat, dilaksanakan dengan 2 kegiatan. Pertama, skala lingkungan dengan penyelenggaraan Infrastruktur BPM Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) selanjutnya disebut BPM Livelihood . Kedua, skala kawasan, dengan melaksanakan Studi kelayakan BDC (FSBDC), Pelatihan Vokasi dan Investasi kegiatan Infrastruktur pendukung livelihood skala kawasan,” jelas Bajang.

Atas perubahan orientasi ter­sebut, maka peran Pengembangan BDC dalam kontek pengembangan ekonomi lokal, diserahkan kepada Pemerintah Daerah masing masing, sementara Kotaku fokus pada pembangunan infrastrukturnya.

Dikatakan, Kotaku telah melaksanakan Feasibility Study (FS) di 15 kabupaten dan kota yang menghasilkan antara lain informasi mengenai produk-produk unggulan daerah di masing masing kota/kabupaten, rekomendasi terhadap pola kelembagaan BDC yang da­pat dikembangkan serta juga kebutuhan infrastruktur yang dapat mendukung terhadap pengembangan livelihood -nya.

Lokakarya ini dilakukan untuk mensosialisasikan hasil FS BDC dan juga upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola dan me­ngem­bangkan kegiatan ekonomi di kegiatan skala kawasan yang sudah dibangun.

“Sehingga memberikan gambaran terhadap keberhasilan pe­ ngem­bangan pilot BDC dalam konteks pembinaan dan pengembangan ekonomi lokal. Membangun komitmen pemda dan pihak lain untuk membangun atau memberdayakan lembaga yang memiliki fungsi sebagai BDC,” jelas Bajang.

Sementara, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyambut, baik adanya lokakarya FS BDC ini. Ia menyampaikan, pemerintah mulai dari tingkat kelurahan, harus punya intuisi bisnis. Sehingga dengan kepekaan itu, bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian.

“Lurah harus punya intuisi bisnis. Setidaknya mengerti bagaimana mendapatkan uang, bukan mencari uang lebih. Insting memahami kegiatan produktifitas ma­syarakat. Untuk itu, lurah harus bisa mensinkronkan ini, bisa melalui pendamping kube,” ujar Erman. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top