Close

LKS SMK Tingkat Nasional XXIX Bidang Teknik Tekstil, Siswi SMKN 8 Padang Berhasil Raih Juara II

Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumbar Raymon menyerahkan menyerahkan sertifikat Juara II LKS dari Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan,Kebudayaan,Riset, dan Teknologi kepada Adinda Putri Aldira.

Adinda Putri Aldira, Siswi SMKN 8 Padang Pro­vinsi Sumatera Barat (Sum­bar) tampil sebagai Juara II Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional XXIX Bidang Lomba Teknik Tekstil tahun 2021.  Lomba dilaksanaka secara daring sejak tanggal 24 hingga 30 Oktober 2021 oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekno­logi.

Dengan prestasi yang diraih ini, SMKN 8 Padang memberikan piagam penghargaan kepada Adinda Putri Aldira beserta Guru–guru yang ikut partisipasi (Tim 7) dengan Koordinator Pelaksana, Dra. Hj. Yenizendri.

Karya batik yang berhasil meraih juara II Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional XXIX.

Pemberian piagam peng­hargaan dari SMKN 8 Padang, Senin (8/11) di Lapangan SMKN 8 Pa­dang. Hadir pada kesempatan itu, Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumbar beserta rombongan, Ke­tua Komite Rika Medi, O­rang Tua Adinda Putri Aldira serta guru dan siswa SMKN 8 Padang.

Kepala SMKN 8 Pa­dang, Sahfalefi, M.Pd mem­berikan pengharga­an kepada Adinda Putri Aldira yang mewakili Sum­bar pada LKS SMK Tingkat Nasional tahun 2021. “Alhamdulillah, kita meraih peringkat II. Untuk peringkat I diraih Jawa Timur, peringkat II (Su­matera Barat) dan III (Yogyakarta). Dengan kese­derhanaan kami bisa men­jadi juara II tingkat nasional,” ungkapnya.

“Kami bertekad menjadi Juara I ke depannya. Kami keluarga besar SM­KN 8 Padang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Suma­tera Barat, Wakil Gubernur, Kepala Dinas Pendi­dikan Provinsi Sumatera Barat, Kabid SMK, Ketua Komite yang telah memberikan semangat kepada kita. Serta mensupport kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Orang Tua Adinda Putri Aldira serta Tim LKS yang telah berjasa menyiapkan kegiatan ini semaksimal mungkin,” ucapnya.

Sahfalefi, M.Pd   juga menyampaikan kepada Kabid  SMK pada pelaksanaan LKS, bahwa pihaknya melakukan belajar di mana saja. Dari segi teknisnya, dalam mencanting batik dan seba­gainya pihak sekolah belajar ke pengusaha batik di Sumbar. Untuk desainnya belajar dari orang Yogyakarta langsung datang khusus ke SMKN 8 Padang. “Ia seorang pe­ngusaha batik terkenal di Yogyakarta untuk merancang disain kami,” ung­kapnya.

Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumbar Drs.Raymon,M.Pd me­nga­takan pemberian hadiah dilakukan karena Siswi SMKN 8 Padang, Adinda Putri Aldira telah meraih prestasi istimewa. LKS yang diperlombakan ada­lah keahlian dan kete­rampilan.

“Ini bukti kita sudah belajar di SMK. Keahlian itu diperlombakan dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, tingkat nasional, tingkat Asean Skill Competition (ASC) dan tingkat Dunia namanya, World Skill Competition (WSC),” terangnya.

Adinda Putri Aldira mewakili Provinsi Sumbar dan meraih Juara II Ting­kat Nasional. Setelah lomba tingkat nasional ini, maka akan diutus sebagai peserta ASC. Setiap pres­tasi pasti ada apreasiasi. “Kita membuktikan apresiasi atas prestasi tersebut. Kita berikan sertifikat tanda pemenang dan ha­diah kepada Adinda Putri Aldira. Yang lain harus mencontoh mempedo­maninya,” terangnya.

Prestais ini menurutnya, bukti nyata bahwa sebuah prestasi tidak dikejar dengan gampang. Buktinya, untuk berproses bisa menjadi juara tingkat nasional ini, ada persiapan begitu banyak dari gurunya. “Gurunya pergi berlatih, gurunya melatih, gurunya menambah ilmu ke Yogyakarta, belajar ke Yogyakarta setelah itu me­ngajarkan kepada anak, kami harapkan tahun de­pan harus menjadi juara I,” harapnya.

Di SMK diajarkan tidak hanya sekedar akademik ilmu pengetahuan tetapi keterampilan khusus. SM­K­N 8 Padang ini kelompok kriya kreatif yang akan menjadi pelaku – pelaku industri kreatif di Indonesia. Seperti,  batik, seni keramik, logam dan lainnya.

“Semuanya bagian da­ri industri kreatif. Satu–satunya sektor atau industri yang tidak terganggu akibat pandemi Covid 19. Tuntutlah ilmu, rajin belajar. SMK itu harus menghasilkan barang atau jasa yang bisa bersaing di pasar luar. Apa yang kita buat secara praktek di sekolah harus menjadi komoditas. Makanya di SMK sekarang wajib ada Teaching Factory (TEFA), pabrik pembelajaran. Kami tunggu produksi batiknya secara massal,” harap­nya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top