Close

LKAAM Kabupa­ten Limapuluh Kota Turun Tangan, Selesaikan Kisruh Pelewaan Gelar Datuak di Mungka

WAWANCARA— Ketua LKAAM Limapuluh Kota Zukhikmi ketika diawancarai wartawan terkait kisruh pelewaan gelar Datuak di Mungka.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang­kabau (LKAAM) Kabupa­ten Limapuluh Kota, Zulhikmi Dt. Rajo Suaro me­nyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelesaian terkait kisruh pengangkatan/malewakan Datuak di Nagari Mungka yang terjadi beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, penyelesaian kisruh pengangkatan Maswaldi sebagai Peng­hulu Ka Ampek Suku Suduk Caniago yang men­dapat perlawanan/penolakan dari Toni Dt. Patiah yang merupakan Penghulu Ka Ampek Suku Suduk Caniago, harus diselesaikan dengan cara bajanjang naik batanggo turun.

“Terkait kejadian se­waktu batagak Penghulu di nagari Mungka, proses­nya bajanjang naik batanggo turun, kita saat ini sedang rapat penyelesaian masalah itu,” sebut  Zulhikmi Dt. Rajo Suaro didampingi Zulkifli Dt. Rajo Mangkuto / Wakil Ketua Bidang Penyelesaian Seng­keta Soko Jo Pusako, di Gedung Serba Guna Kecamatan Mungka Kabupa­ten Limapuluh Kota, Senin (19/9) kepada wartawan.

Zulhikmi juga menambahkan pihaknya ingin memediasi, fasilitasi se­hingga permasalahan bisa diselesaikan dengan baik, ibarat menarik rambut dalam tepung, rambut bisa diambil namun te­pung tidak berserakan. “Ibarat maelo rambuik dalam tapuang, rambuik taelo tapi tapuang ndak baserak, itu prinsip dalam adat,” tambahnya.

Penyelesaian masalah kisruh pengangkatan/ma­lewakan Datuak di Nagari Mungka menurut ketua LKAAM juga tengah di­proses ditingkat LKAAM Kecamatan Mungka. Pihaknya juga terus memberikan saran sesuai Adat Basandi Syara-Syara Ba­sandi Kitabullah (ABS-SBK). “Kita terus memberikan saran sesuai Adat Basandi Syara-Syara Ba­sandi Kitabullah (ABS-SBK), kita juga ingatkan LKAAM Kecamatan untuk menyelesaikan masalah ini sehingga ada jalan terbaik,” tutupnya.

Sementara Ketua LKA­AM Kecamatan Mungka, Yos Hariadi saat dimintai tanggapannya terkait penyelesaian kisruh di Nagari Mungka itu menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu informasi resmi dari KAN. “Me­l­akukan rapat internal dan menunggu informasi res­mi dari KAN Mungka,” ucapnya singkat melalui pesan Whatsap kepada wartawan.

Sementara Ketua KAN Kecamatan Mungka, Dt. Godang Sabatang menyebutkan bahwa Niniak mamak di Nagari Mungka sudah mencari jalan untuk penyelesaian kisruh malewakan Datuak beberapa waktu lalu di Nagarinya. “Niniak mamak di Mungka sudah mencari jalan untuk menyelesaikan ma­salah yang terjadi di Nagari Mungka. ” Sebut Ketua KAN Nagari Mungka, Dt. Godang Sabatang di­dampingi Dt. Mangiang.

Sebelumnya diberitakan, Pasca pengukuhan/pelantikan Maswaldi panggilan Iwan menjadi Penghulu Ka Ampak Suku Su­duk Caniago yang bergelar Dt. Patiah yang dilakukan di Nagari Mungka Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota pa­da Senin 29 Agustus 2022 mendapat “perlawanan” dari Toni Dt. Patiah yang menyebut dirinya masih menyandang gelar yang sah sebagai Penghulu Ka Ampek Suku yang dipakai oleh Maswaldi.

Bentuk Perlawanan dilakukan Toni Dt. Patiah dengan menyurati KAN Nagari Mungka, LKAAM serta Wali Nagari Mungka, tak hanya itu Toni juga melaporkan KAN terkait dugaan perbuatan tidak menyenangkan ke Mapolres Limapuluh Kota di Kawasan Ketinggian Kecamatan Harau, bahkan ia juga berencana akan melaporkan kepada LKAAM Kabupaten Limapuluh Kota.

Menurut Toni Dt. Patiah saat ini ia masih sah sebagai Penghulu Ka Ampek Suku Suduk Caniago, namun tiba-tiba KAN me­lakukan pengukuhan Mas­waldi sebagai Penghulu Ka Ampek Suku Suduk Caniago, hal itu dinilai tidak tepat karena tidak sesuai dengan adat yang berlaku di Nagari Mungka. Sebab, pengangkatan/pengukuhan seseorang menjadi penghulu terlebih dahulu harus ada kesepakatan Kaum seranji yakni Suku Caniago. Sadonciang bak basi, saciok bak ayam, bulek kato dek mufakat, buek aia dek pambuluah.

Sedangkan menurut Toni, pengangkatan/pe­ngukuhan Maswaldi tidak memenuhi kesepatan ka­um dan tidak ada mu­syawarah dan kata sepakat. ” Kita sudah berkirim surat kepada KAN, LKA­AM serta Wali Nagari Mungka terkait pengukuhan Maswaldi sebagai Penghulu Ka Ampak Suku Su­duk Caniago yang bergelar Dt. Patiah, karena tidak sesuai aturan,” sebut Toni.  (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top