Close

Literasi Digital Netizen Fair 2021, Diskominfo Hadir Memberi Edukasi bagi Netizen

PEMATERI— Kepala Diskominfo Kota Padang Rudy Rinaldy tampil sebagai pemateri dalam Talkshow bertemakan ”Ngobrolin Literasi Digital” pada kegiatan Literasi Digital Netizen Fair 2021, di UPI Sport & Exhibition Hall , Selasa (23/11).

LUBEG, METRO–Kepala Dinas Komu­nikasi dan Informatika (Kadiskom­info) Kota Pa­dang Rudy Rinaldy tampil se­bagai pemateri da­lam Talkshow bertemakan “Ngo­­­brolin Literasi Digital” pada kegiatan Literasi Digital Netizen Fair 2021, di UPI Sport & Exhibition Hall, Padang, Selasa (23/11). Rudy menyinggung saat ini cukup banyak kabar bo­hong yang berseliweran di dunia maya. Akan tetapi sulit untuk melacak penye­bar berita bohong.

“Dinas Kominfo Pa­dang hanya mengedukasi warga netizen agar tidak termakan berita hoax,” ucapnya di depan ratusan undangan yang hadir di UPI Sport & Exhibition Hall itu.

Disebutkannya, pengguna internet di Padang relatif menggunakan media sosial sebagai wadah untuk berinteraksi dan menyebarkan informasi. Dari sekian banyak pengguna, media sosial tidak saja digunakan untuk hal positif. Akan tetapi juga ada yang menggunakannya untuk hal yang negatif.

“Terutama penyebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya, belum diketahui benar atau tidak sudah disebarkan, harusnya diketahui dulu kebenarannya baru kemudian dishare,” sebut Rudy Rinaldy.

Selain Kadiskominfo Padang, juga hadir pemateri yakni Ndoro Kakung. Dewan Pengarah Siber­kreasi dan Praktisi Digital itu menyebut bahwa pengguna media sosial di Indonesia telah lebih dari 200 juta pengguna. Dari sekian banyak pengguna media sosial itu, rata-rata setiap orang memiliki sepuluh akun di media sosial berbeda.

“Mereka pengguna me­­dia sosial telah menghabiskan waktunya 8,5 jam untuk berselancar di dunia maya setiap harinya,” je­las­nya.

Ndoro Kakung juga berpesan kepada seluruh anak muda di Padang untuk lebih bijak dalam mengguna­kan media sosial. Menggunakan media sosial untuk hal yang positif. Karena media sosial meninggalkan jejak digital yang abadi sepanjang masa.

“Jangan sampai kita tidak diterima bekerja hanya karena jejak digital kita dipantau oleh calon pimpinan tempat kita melamar pekerjaan,” tuturnya.

Talkshow ini dipandu langsung Cecevie yang tampil sebagai moderator. Talkshow selama satu jam lebih terasa cukup menghangatkan suasana siang itu. Para kawula muda nam­­pak senang begitu men­dengarkan langsung paparan dari masing-masing pemateri.

Kegiatan Literasi Digital Netizen Fair 2021, di UPI Sport & Exhibition Hall dibuka langsung Gubernur Sumatera Barat. Kepala Bidang IKP Diskominfotik Indra Sukma yang hadir mewakili gubernur, me­nye­but bahwa kegiatan ini cu­­kup bernilai positif. Mam­­pu mempercepat ter­wujud­nya transformasi digital.

“Kita berharap lewat kegiatan ini masyarakat lebih peka terhadap tek­nologi digital yang dapat mempermudah serta me­ng­efektifkan kinerja kita dari berbagai bidang,” ungkapnya.

Indra Sukma menekankan, beberapa tahun belakangan ini Indonesia berada dalam situasi yang meng­­khawatirkan. Hal itu di­­karenakan banyaknya ko­n­ten negatif, seperti hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, pornografi, pembajakan, dan sebagai­nya.

“Maka dari itu perlu adanya tindakan preventif agar masyarakat kita tidak mudah terpapar dampak negatif dari teknologi dan media, salah satunya melalui kegiatan ini (Literasi Digital Netizen Fair 2021),”­sebutnya.

Literasi Digital Netizen Fair 2021 digelar selama dua hari, 23-24 November 2021. Tidak saja menyajikan talkshow, juga digelar training of trainer, dan lainnya. Kegiatan yang digagas Kementerian Kominfo RI ini diperkirakan dapat menyedot perhatian ribuan anak muda di Kota Padang dan daerah lainnya. (rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top