Close

Listrik Pudur, Pengusaha Perhotelan Merugi

PLN listrik padam
PEMUDA, METRO–Pemadaman listrik yang dilakukan  PLN saat ini telah memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi semua kalangan. Tak hanya masyarakat yang menjerit karena listrik dimatikan tiga kali sehari, pelaku usaha pun dibuat ‘melenguh’ dan menghela napas panjang.

Ketua PHRI Sumbar, Maulana Yusran mengatakan, terjadi penambahan cost yang dialami oleh semua usaha hotel, salah satunya adalah kenaikan sekitar 30 persen untuk penyediaan BBM untuk genset pada saat listrik dimatikan. Tidak hanya itu, pengusaha perhotelan juga menderita kerugian karena kerusakan elektronik akibat listrik dimatikan tak beraturan oleh PLN.

”Sebenarnya kerugian kita sudah terlalu banyak. Tapi, kita tak bisa berbuat apa-apa. Sebagai masyarakat bisa kita hanya pasrah saja,” terangnya lagi.
Mewakili semua pengusaha perhotelan di Sumbar, dia berharap pemerintah bersikap tegas dan lebih cepat dalam mengatasi masalah ini.

“Kalau dulu masalah air, listrik dimatikan, itu dapat dimaklumi. Tapi sekarang alasan itu tak bisa lagi. Ada Teluk Sirih dan PLN harus mampu bertanggung jawab dalam hal ini,” ujarnya.

Kerusakan mesin pembangkit di Teluk Sirih, menurut Maulaya Yusran patut dipertanyakan. Karena pembangunan belum sampai 10 tahun, tapi sudah mengalami kerusakan. Dulu pemerintah daerah mendengung-dengungkan kehadiran Teluk Sirih itu akan menyelesaikan semua masalah listrik.

”Tapi kondisi malah terbalik. Mesin baru itu rusak. Ini kan patut dipertanyakan,” ujarnya. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top