Close

Lisda Hendra Joni Buka Musda ke-III Pertuni Sumbar

FOTO BERSAMA— Pembina Pertuni Sumbar Lisda Hendra Joni berfoto bersama usai membuka kegiatan Musda ke-III Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumbar.

KALUMBUK, METRO–Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumbar melaksanakan Mu­sya­wa­rah Daerah (Musda) ke-III, Minggu (19/6) di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato, di Aula PSBN Tuah Sakato, Kalumbuk, Kecamatan Kuranji. Musda dibuka Pembina Pertuni Sumbar Lisda Hendra Joni.

“Selamat bermusda ke­pada Pertuni Sumbar, semoga ketua yang terpilih nanti terus berkarya untuk dan berbuat terbaik untuk organisasi. Saya sebagai pembina akan terus mensupport organisasi Pertuni Sumbar yang menaungi disabilitas netra di Sumatera Barat agar terus ber­se­mangat, berkarya dan ser­ta mandiri berbuat yang terbaik bagi organisasi maupun disabilitas netra,” kata Lisda.

Lisda juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato untuk terus berupaya agar ada inovasi-inovasi untuk keterampilan anggota Pertuni dan disabilitas netra.

Sementara itu, Arisman selaku Ketua Pertuni DPD Sumatera Barat periode 2018-2022 menjelaskan, musda adalah bentuk estafet organisasi yang dilakukan dalam rangka men­ja­lankan amanah AD/ART Organisasi yang dilakukan lima tahun sekali.

Arisman mengakui selama satu periode menjalankan Pertuni, banyak hal yang telah dilakukannya bersama pengurus. Mulai dari persoalan tata kelola organisasi maupun aspek kesejahteraan anggota pertuni dan aspek diskriminatif yang pernah diselesaikan oleh Arisman bersama pengurus.

“Dari tahun 2018, Pertuni pernah membuka klinik pijat yang berguna untuk anggota Pertuni memberikan jasa pijat. Namun pada saat pandemi, klinik pijat tersebut tutup diakibatkan tidak diperbolehkan kontak dengan pengguna jasa pijat,” katanya.

Selain itu, Arisman menambahkan, Pertuni pernah menyelesaikan isu diskriminatif yang diterima oleh anggota. “Kami pernah menyelesaikan kasus anggota Pertuni yang juga guru honorer di Pesisir Selatan. Hampir sekian tahun bekerja, namun honornya tidak diberikan dengan layak. Pertuni mencoba mengadvokasi dengan pihak sekolah. Akhirnya masalah tersebut bisa diselesaikan dengan bantuan Anggota DPR RI Lisda Hendra Joni,” terang Arisman.

Arisman berharap Ketua Pertuni terpilih mampu membawa Pertuni ke arah lebih baik. Selalu meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk kepentingan tuna netra.

Dikesempatan itu, Kepala Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato Padang, Sufnarrita Yusuf  juga  berharap Pertuni mampu mengakomodir disabilitas tuna netra dengan program-program yang bermanfaat dalam rangka kesejahtaraan anggota.

“Selain memberikan pelatihan message kepada penerima manfaat, PSBN juga memfasilitasi tuna netra dalam bentuk pelatihan membuat telur asin serta tas jali. Dengan memberikan pelatihan ini, mampu membentuk jiwa enterpreneur untuk penerima manfaat. Setelah keluar dari panti, penerima manfaat tuna netra mampu mandiri dengan pelatihan yang telah didapatkan oleh fasilitator pada PSBN. Minggu lalu PSBN Tuah Sakato juga merelauching Kube Klinik Massage Shiatsu  yang juga membawa manfaat kedepannya untuk anggota Pertuni,” kata Sufnaritta.

Pada Musda ke-III terpilih Andri Yasmen Yoswel SH sebagai ketua, sedangkan Arisman terpilih menjadi Dewan Pengawas Daerah Pertuni Sumbar.  Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Sosial Sumbar Suryanto dan Bendahara umum Pertuni DPP M. Furqon. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top