Menu

Lindungi Kesehatan Mental Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

  Dibaca : 73 kali
Lindungi Kesehatan Mental Generasi Muda dari Bahaya Narkoba
Meysa Alena1804120 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)

Apa itu Generasi Mu­da?

Generasi muda itu me­rupakan individu yang secara fisik sedang menga­lami pertumbuhan jasmani dan secara psikis sedang mengalami perkemba­ng­an emosional. Mereka mem­punyai semangat dan ide yang masih segar dan diharapkan menjadi tumpuan dala pesatnya per­kembagan teknologi dan informasi dalam era globalisasi. Sehingga World Health Organization (W­HO) mendefiniskan pemuda itu sebagai seseorang yang berusia antara 10 hingga 24 tahun. Sementara menurut UU Kepemu­daan yang dimaksud de­ngan pemuda itu adalah seseorang yang berusia 18 hingga 35 tahun.

Apa itu Narkoba?

Narkoba itu merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Menurut UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika disebutkan pengertian Narkotika. Nar­kotika adalah “zat atau obat yang berasal dari ta­naman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat me­nyebabkan penurunan a­tau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, me­ngu­­rangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan”.  Sehingga dapat disimpulkan, Narkotika adalah obat atau zat yang dapat menenangkan sya­raf, mengakibatkan keti­dak­sadaran, atau pembiusan, menghilangkan rasa nyeri dan sakit, menimbulkan rasa mengantuk atau merangsang, dapat me­nimbulkan efek stupor, serta dapat menimbulkan a­diksi atau kecanduan, dan yang ditetapkan oleh Menteri kesehatan sebagai Narkotika.

Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan nar­kotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pe­nga­ruh selektif pada susunan saraf pusat yang me­nye­babkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Apa itu Kesehatan Ji­wa?

Kesehatan Jiwa iu Me­nurut Undang-undang No 3 Tahun 1966 yaitu keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebagai unsur kesehatan, yang dalam penjelasannya di­sebutkan sebagai berikut: “Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkemba­ngan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain”. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau pe­nyakit mental. Dan gangguan mental ini dapat mengubah cara seseorang da­lam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk me­nyakiti diri sendiri.

Bahaya Narkoba terhadap generasi muda ini ataupun pada khalayak ramai dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan atau psi­kologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Tujuan penyalahgunaan narkotika dan o­bat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membaha­yakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, gene­rasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah ka­um muda atau remaja.

Di Indonesia, perkem­bangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Arti­nya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan ro­kok. Karena kebiasaan me­rokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar ter­sebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Apa dampak penyalahgunaan Narkoba terhadap Fisik?

  1. Mengganggu sis­tem kerja jantung dan pem­buluh darah
  2. Terganggunya fung­­­si otak dan perkembangan normal pada remaja
  3. Mengalami gangguan pada paru-paru (pulmoner)
  4. Sering mengalami sakit kepala, mual dan muntah, suhu tubuh me­ningkat, pengecilan hati dan kesulitan tidur (insomnia).
  5. Mengalami dam­pak negatif pada kesehatan reproduksi
  6. Terganngunya ke­se­hatan reproduksi pada remaja perempuan
  7. Bisa tertular pe­nyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
  8. Over dosis bisa menyebabkan kematian
  9. Gangguan pada sistem syaraf (neurologis) seperti : kejang-kejang, halusinasi, gangguan, kesadaran, kerusakan syaraf tepi

Apa dampak penyalahgunaan Narkoba terhadap psikis/mental?

  1. Lamban Kerja, ce­ro­boh kerja, sering teganggu dan gelisah
  2. Hilang keperca­yaan diri, apathis, sering berkhayal, penuh curiga
  3. Agitatif, menjadi ganas, dan berperilaku brutal
  4. Sulit konsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  5. Cenderung menyakiti diri sendiri, tidak aman bahkan bunuh diri
  6. Sopan santun hilang, tidak lagi peduli de­ngan orang lain, jadi orang asocial

Bagaimana Upaya da­lam Penanggulangan Nar­koba terhadap Generasi Muda

Anak-anak tentu saja membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu u­paya dalam penanggulangan bahaya narkoba a­dalah dengan melakukan program yang menitikbe­ratkan pada anak usia se­kolah (school-going age oriented).

Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika me­lakukan program anti nar­koba di sekolah, yaitu

  1. Mengikut sertakan keluarga

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang pe­ranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak.

  1. Menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba

Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-se­kolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah.

  1. Meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak

Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi inte­raksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendo­rong orang dewasa menjadi model yang lebih berpe­ngaruh.

Oleh sebab itu, mulai saat ini harus sigap serta waspada akan bahaya nar­koba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak – anak sendiri. Dengan berbagai upaya yang dilakukan mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan de­ngan baik. Jangan kita sia-siakan masa depan yang lebih baik hanya karena i­ngin mendapat kenikmatan sesaat yang dapat mengahancurkan fisik dan me­ngang­gu kesehatan mental dengan mencoba coba menggunakan narkoba.(*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional