Menu

Lindungi Anak dari Serangan Penyakit dan Gizi Buruk

  Dibaca : 215 kali
Lindungi Anak dari Serangan Penyakit dan Gizi Buruk
Ilustrasi

PASAMAN, METRO
Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, terus memperhatikan pemenuhan hak anak meski pandemi masih melanda negeri. Termasuk melindungi mereka dari penyakit serta gizi buruk agar tidak terpapar Covid- 19.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dr Rahadian Suryanta Lubis, masalah gizi merupakan masalah yang harus dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai sektor, bukan hanya dengan pendekatan medis.

Masalah gizi, kata dia, berkaitan erat dengan masalah ekonomi serta pengetahuan masyarakat. “Pandemi Covid-19, gizi balita menjadi rentan, sehingga sangat diperlukan upaya pemantauan pertumbuhan balita agar status gizi balita terjaga dan tidak jatuh menjadi gizi buruk maupun stunting,” jelas Rahadian.

Dia menambahkan, sejumlah kecamatan di kabupaten itu menjadi wilayah lokus stunting. Hal itu akibat angka balita penderita stunting terbilang cukup tinggi, salah satunya, yaitu Kecamatan Tigo Nagari yang juga merupakan lokus stunting.

“Masalah gizi ini cukup memprihatinkan di beberapa kecamatan. Seperti di Kecamatan Tigo Nagari yang merupakan lokus stunting,” katanya.

Pihak dinas kata dia, melalui Puskesmas, selalu memantau perkembangan kesehatan masyarakat, terutama tumbuh kembang Balita. Seperti yang dilakukan oleh UPT Puskesmas Ladang Panjang di Tigo Nagari. Setiap bulan Agustus, merupakan bulan penimbangan balita secara massal. Sedikitnya ada 38 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Ladang Panjang, Tigo Nagari.

Seluruh posyandu itu siap melaksanakan pemantauan pertumbuhan balita dan pemberian kapsul vitamin A serta pemberian obat cacing secara berkesinambungan.

Karena pandemi Covid-19 masih melanda, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru. Selanjutnya, kata dia, petugas melakukan entry data hasil pengukuran lewat aplikasi E-PPGBM. Setelah pelaksanaan selesai, dilakukan pencatatan dan pelaporan oleh kader kesehatan.

“Kemudian petugas kesehatan melakukan entry hasil pengukuran ke Aplikasi Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM),” tutupnya.(cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional