Close

Lima Tahun Gerakan Nagari Madani, Pengamalan dan Pendidikan Keagamaan Masyarakat Tumbuh Positif

Drs H Edi Busti, Msi (Sekretaris Daerah Kabupaten Agam)

AGAM, METRO–Pelaksanaan Gerakan Nagari Madani di Kabupaten Agam makin menunjukkan hasil memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan turut meningkatnya kualitas dan kuantitas pendidikan keagamaan generasi muda di daerah itu.

Berdasarkan pemuktahiran data yang dirilis Dinas Pemberdayaan Ma­syarakat Nagari (DPMN) Kabupaten Agam, grafik Gerakan Nagari Madani 2022 menunjukkan perkem­bangan positif. Penerapan 43 indikator Nagari Madani yang tertuang pada Perbub Nomor 74 tahun 2016 semakin membaik.

Hasil positif gerakan yang mulai digerakan satu dekade yang lalu ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Drs H Edi Busti, Msi. Dikatakan, dalam lima tahun terakhir implementasi nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Menurut Sekda, core value dari gerakan Nagari Madani yakni meciptakan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman dan nilai ABS-SBK ini makin tertanam di tengah tengah kehidupan masyarakat.

“Gerakan Nagari Ma­dani ini makin menggeliat dimana salah satu fokus kepala daerah yaitu membangun sektor keagamaan sebagai program unggulan dalam mendorong tumbuhnya rumah tahfidz hingga pelosok nagari,” tuturnya.

Hingga akhir 2022 sebut Sekda, jumlah rumah tahfiz di Kabupaten Agam tumbuh sangat signifikan. Pada Januari 2021 jumlah rumah tahfiz se-Kabupaten Agam hanya berjumlah puluhan, 2022 jumlah tersebut mencapai 268 rumah tahfiz.

Kehadiran rumah-rumah tahfiz di setiap nagari ini lanjutnya, secara langsung memberi dampak positif terhadap pemenuhan indikator gerakan Nagari Madani. Pasalnya, optimalisasi pendidikan informal terutama Alquran merupakan salah satu dari tujuh indikator utama gerakan Nagari Madani.

Diungkapkan Sekda, visi mewujudkan Agam yang Madani tidak terlepas dari keberhasilan nagari dalam menerapkan indikator gerakan tersebut.

Dari tahun ke tahun sebutnya, setiap nagari terus memperbaiki kekurangan dan kelemahan implementasi gerakan Nagari Madani.

Alhasil raihan skor penerapan gerakan ini oleh nagari-nagari juga mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Di awal penerapannya, skor penilaian Nagari Ma­dani ini dibagi menjadi lima level, namun seiring perbaikan skor, saat ini hanya menyisakan empat level.

“Skor ini gunanya untuk melihat sejauh mana gerakan ini diimplementasikan secara baik oleh nagari. Makin tinggi levelnya, itu artinya skor penilaian yang diraih suatu nagari semakin tinggi pula,” terang Sekda.

Dirinci, nagari yang dikategorikan level II dengan skor 86-110 pada tahun ini hanya 1 nagari dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 10 nagari. Artinya sekitar 90 persen nagari di level II naik ke level selanjutnya pada tahun 2022.

Sedangkan nagari level III dengan skor 111-130 saat ini berjumlah 15 nagari yang tahun sebelumnya sebanyak 26 nagari. Sekitar 42 persen nagari di le­vel III tahun lalu naik ke level selanjutnya di tahun ini.

Lalu nagari yang me­raih skor 131-170 atau dikategorikan level IV pada tahun ini bertambah sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini nagari yang mencapai level IV sebanyak 57 nagari.

Sementara itu, nagari yang dikategorikan Level V dengan skor 171-215 berjumlah 9 nagari atau bertambah sebanyak 2 nagari dibandingkan tahun sebelumnya.

Kendati tumbuh positif, Sekda berharap implementasi gerakan Nagari Madani ini sustainable. Kedepan, semua pihak diharapkan terus berkomitmen dalam mewujudkan Agam yang madani.

“Meski skor nagari ma­kin meningkat, bukan berarti gerakan ini selesai. Ma­syarakat Agam yang mada­ni terus di dorong utk membu­mi sehingga  standar yang akan dicapai juga terus meningkat,” jelasnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top