Menu

Lima Putra-putri Sumbar Ikut Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021, Mahyeldi: Peserta Harus Paham Sejarah 

  Dibaca : 52 kali
Lima Putra-putri Sumbar Ikut Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021, Mahyeldi: Peserta Harus Paham Sejarah 
TERIMA—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menerima lima orang utusan Sumbar yang ikut Pelayaran Muhibah Budaya, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Gemala Ranti dan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Wilayah Sumbar, Undri di Istana Gubernuran, Kamis (1/7).

PADANG, METRO–Lima putra-putri asal Pro­vinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang terpilih untuk bergabung dan berlayar dalam kegiatan muhibah budaya dan festival jalur rempah 2021, harus mema­hami sejarah. Terutama tentang tokoh-tokoh pemersatu bangsa dari Ranah Minang. “Sejarah tentang jalur rempah tentu sangat penting, tetapi sejarah perjuangan masyarakat serta tokoh-tokoh pemersatu bangsa dari Sumbar juga harus dipaha­mi, untuk dibagikan dalam forum-forum diskusi,” kata Gu­bernur Sumbar, Mahyeldi An­sharullah di Padang, Kamis (1/7)

Ia mengatakan itu, saat menerima lima putra-putri utu­san Sumbar didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti dan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Wilayah Sumbar, Undri di Istana Gubernuran.

Menurutnya, Sumbar me­miliki sejarah yang harum da­lam pentas perjuangan bangsa demikian dengan tokoh-tokoh pejuang yang berperan dalam pembentukan NKRI. “Mema­hami sejarah bukan untuk di­bangga-banggakan. Tetapi untuk dijadikan sebagai pembakar semangat nasionalisme gene­rasi muda, guna berperan aktif kembali di pentas nasional,” katanya.

Terkait sejarah jalur rempah yang ada di Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meminta kegiatan itu tidak hanya bernilai sampai pada nilai-nilai sejarah dan budaya, tetapi juga harus dij­a­jaki relevansinya dengan bidang ekonomi.

Rempah yang pernah tum­buh di Sumbar, menjadi salah satu magnet penarik bangsa Eropa untuk datang pada abad 19 itu, kemungkinan masih men­jadi potensi yang bisa dibang­kitkan kembali.

Informasi dan data tentang hal itu hendaknya juga digali. Sehingga, kegiatan muhibah budaya dan festival jalur rem­pah itu juga bisa memberikan efek positif pada perekonomian.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti menga­takan, sebelum memulai pela­yaran pada 17 Agustus 2021 nanti, peserta dari seluruh Indonesia, termasuk Sumbar akan mendapat pengarahan terlebih dahulu. Pengarahan terkait tentang teknis pemberangkatan serta kegiatan yang akan diikuti selama 40 hari acara.

Ia mengatakan, informasi terakhir ada perubahan rute pelayaran, yang sebelumnya 13 titik berkurang menjadi tujuh titik saja. Yaitu, Surabaya-Ma­kassar-Banjarmasin-Tanjung Uban-Jakarta-Semarang dan Benoa. Pelabuhan Teluk Bayur yang awalnya masuk menjadi salahsatu tempat bersandar, termasuk dalam tempat yang dikurangi.

“Teknis pemberangkatan akan diatur langsung dari Ke­men­terian Pendidikan dan Kebu­dayaan. Kita juga menunggu informasi itu,” ujarnya.

Gemala Ranti menyebut, selama kegiatan, lima pemuda asal Sumbar akan bertukar informasi budaya dan rempah pada rekan lainnya, serta de­ngan masyarakat di jalur yang dilalui.

Khazanah budaya di Sumbar yang disebarluaskan tidak seka­dar tentang kulinernya yang lezat, namun juga sejarah da­erah ini yang juga memiliki peran penting dalam perda­gangan rempah ke luar negeri. Lima putera-puteri asal Sumbar yang terpilih mengikuti muhibah budaya dan festival rempah yakni, Nico Nofrialdo (Kota Pariaman), Muhammad Rizki (Kabupaten Limapuluh Kota), Adhiya Alfi Zikri (Kabupaten Pesisir Selatan), Bayu Dwi A­ditya (Kabupaten Pesisir Sela­tan), Bella Yulianti (Kabupaten Pesisir Selatan).(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional