Close

Lima Pilar STBM Merubah Perilaku Masyarakat Menjadi Sehat

BERSAMA—Wagub Sumbar, Audy Joinaldy didampingi Kepala Dinkes Sumbar, Arry Yuswandi bersama penerima penghargaan KKS tahun 2021 Provinsi Sumbar.

Program pemerintah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui pemberdayaan masyarakat yang masih buang air besar sembarangan (BABS), bertujuan agar masyarakat dapat merubah perilakunya yang tidak sehat menjadi sehat. Program dengan pendekatan STBM mencakup lima pilar. Yakni, Stop BABS, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMM-RT), pengamanan sampah rumah tangga (PS-RT) dan pengamanan limbah cair rumah tangga (PLC-RT).

“Sanitasi total lima pilar untuk memutus mata rantai penularan penyakit secara total,” tegas Wakil Gubernur sumbar Audy Joinaldy, saat menyerahkan penghargaan Kabupaten/Kota Tingkat Nasional, Tingkat Provinsi Sumbar Stop BABS dan STBM Award TPP yang menerapkan protokol kesehatan dan Terminal Sehat Provinsi Sumbar 2021, di Auditorium Gubenuran, Kamis, (25/11).

Secara nasional, Provinsi Sumbar berada di urutan ketiga terbawah dari 34 provinsi yang memiliki jamban. Untuk jumlah nagari/kelurahan yang sudah Stop BABS, belum mencapai target nasional yakni 50 persen. Sementara, capaian desa ODP (Open Defication Free) Sumbar saat ini baru mencapai 28,83 persen atau 322 nagari yang ODF dari jumlah 1.117 nagari/desa/kelurahan. Juga ada empat kota yang sudah ODF dan satu kabupaten yang sudah ODF. Yaitu, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi dan Kota Solok serta Kabupaten Sijunjung Dari empat kota dan satu kabupaten yang sudah ODF, dapat mengikuti kabupaten kota sehat (KKS). Yang lolos verifikasi yaitu, Kota Padang Panjang, yang sudah meraih Swasti Saba Pengembangan (Wistara) keenam kalinya, pada 3 November 2021.

Pemprov Sumbar memberikan penghargaan kepada kabupaten kota yang sudah menerapkan Stop BABS. Audy menghimbau bupati dan wali kota se-Sumbar memprioritaskan peningkatan akses sanitasi bagi masyarakat yang menjadi target nasional harus dicapai. “Bupati dan wali kota agar memprioritaskan pembangunan akses jamban sehat . Lakukan terobosan lain. Seperti melibatkan pihak swasta, dana CSR atau dana lain yang tidak mengikat,” ajaknya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, targetnya 420 kabupaten kota menyelenggarakan KKS. Kemudian 90 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi layak. Berikutnya, 50 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi aman pada tahun 2024 serta mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs).

Arry mengungkapkan, RPJMD Provinsi Sumbar 2021-2026 salah satu indikatornya jumlah kabupaten kota yang mendapat penghargaan Swasti Saba Tingkat Wistara. Pemerintah berusaha mencapai target yang telah ditetapkan. Salah satunya mengikuti verifikasi KKS setiap tahun ganjil. “Tahun ini verifikasi dilaksanakan. Di Sumbar mengusulkan beberapa kabupaten kota yang memenuhi kriteria,” ungkapnya.

Kriterianya, akses sanitasi 60 persen bagi daerah yang ingin mengusulkan Swasti Saba Pemantapan (Padapa), 80 persen yang mengusulkan Swasti Saba  Pembinaan (Wiwerda) dan 100 persen Swasti Saba Pengembangan (Wistara).

Arry mengungkapkan, di Provinsi Sumbar terdapat lima kabupaten kota yang sudah Stop BABS dengan persentase akses sanitasi jamban sudah 100 persen. Yakni, Kabupaten Sijunjung, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), drg. Vensya Sitohang, M.Epid secara virtual mengatakan, penghargaan yang diberikan bertujuan untuk memotivasi seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mewujudkan Indonesia Stop BABS pada tahun 2024.

Adapun penerima penghargaan nasional, penghargaan Verifikasi KKS Tahun 2021, Kemenkes memberikan kepada Kota Padang Panjang, diterima oleh Wakil Wali Kota. Penghargaan STBM Awards 2021 diberikan kepada Kota Bukittinggi

Penghargaan Kepala Desa Terbaik diberikan kepada Dra. Reka Syahirl, MM (Kepala Desa Belakang Balok Bukittinggi). Penghargaan Sanitarian Terbaik diberikan kepada, Rima Wati. Ad KL (Sanitarian Puskesmas Tigo Baleh Bukitinggi)

Penghargaan Satural Leader Terbaik diberikan kepada, Djasman, SSH ( Desa Belakang Balok Bukittinggi), Lomba Terminal Sehat Tahun 2020, diberikan kepada Terminal Tipe A Jati Pariaman Kota Pariaman Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar yang diterima oleh Deny Kusdyana, Penghargaan Lomba Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) Restoran/Rumah Makan Tahun 2020 diberikan kepada Hotel Rocky Bukittingi.

Penghargaan dari Gubernur Sumbar, masing-masing, penghargaan KKS 2021 Sumbar, diberikan kepada Kota Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Kota Solok, Pariaman dan Kabupaten Sijunjung. Kemudian Penghargaan Stop BABS Provinsi Sumbar diberikan kepada, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang.(fan/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top