Menu

Lima Pekerja jadi Korban, Robohnya Jembatan Sikabu Lama Diselidiki Polisi

  Dibaca : 413 kali
Lima Pekerja jadi Korban, Robohnya Jembatan Sikabu Lama Diselidiki Polisi
Selidiki— Jembatan lama Sikabu di Korong Kayu Gadang Nagari Lubuk Allung, Padang Pariaman, ambruk Selasa (2/6) yang memakan korban jiwa saat ini sedang diselidiki pihak kepolisian.

PDG. PARIAMAN, METRO
Kasus kecelakaan kerja pembongkaran jembatan lama Sikabu di Korong Kayu Gadang Nagari Lubuk Allung, Padang Pariaman, yang mengakibatkan satu orang tewas dan empat ditimpa kerangka jembatan, masih terus diselidiki Satreskrim Polres Padang Pariaman.

Kasat Reskrim Polres Padangpariaman Iptu Abdul Kadir Jailani mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti untuk mengetahui penyebab robohnya jembatan lama itu ketika proses pembongkaran.

“Setelah melakukan evakuasi terhadap korban, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) serta juga meminta keterangan awal saksi yang ada di lokasi. Kami telah buatkan Laporan Polisi nya, dan dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan saksi yang lain,” kata Iptu Abdul Kadir Jailani.

Iptu Abdul Kadir Jailani menjelaskan, dalam kasus kecelakaan kerja ini pihaknya akan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait dalam peristiwa ini, mulai dari pihak yang mengerjakan, pengawas, serta dinas terkait dalam proyek tersebut.

“Kita akan memeriksa apakah pengerjaan proyek itu telah sesuai dengan SOP atau tidak. Bagaimana safety (pengaman) dalam bekerja. Mulai hari ini kami akan melakukan pemanggilan para saksi guna mengumpulkan bukti dari peristiwa tersebut,” ujarnya.

Data yang berhasil dihimpun ada empat korban yang mengalami luka berat yakni, Adek (35) warga Korong Buayan, Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai sebagai pekerja dengan kondisi luka berat. Kemudian, Pen (45) warga Korong Silisian, Nagari Sungai Buluh Timur, Kecamatan Batang Anai dengan kondisi Luka Berat.

Korban luka berat lainnya yakni David (30) warga Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dan Edo (28) warga Kayu Gadang, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung. Dan seorang lagi meninggal atas nama Haibul Rasyid Hasibuan (27), warga Padang Sidempuan, Sumatra Utara.

Pembongkaran jembatan lama dilakukan karena akan dibangun jembatan permanen dengan nilai kontrak sekitar Rp22 miliar yang dananya dari pemerintah pusat. Jembatan yang dibongkar merupakan jembatan sementara dan tiba-tiba saja ambruk ketika pekerja sedang bekerja melakukan pembongkaran hingga menimpa lima pekerja.

Perusahaan Tanggung Semua Biaya
Pascakejadian ambruknya jembatan yang menimpa pekerja, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni bersama Direktur RSUD Padangpariaman Lismawati Rasyid mengunjungi empat orang korban luka berat yang masih menjalani perawatan.

Ali Mukhni sempatkan berdialog dengan korban dan berikan dukungan secara moral kepada korban dan keluarga korban yang meninggal dunia. “Insyallah nanti semua biaya korban akan ditanggung perusahaan,” ungkap Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni.

Bahkan saat itu Ali Mukhni sempat mendoakan korban meninggal dan memberikan suport kepada pihak keluarga yaitu istri korban. Korban yang meninggal merupakan warga Kota Padang Sidempuan yang bernama Haibul Rasyd Hasibuan (27).

“Korban yang meninggal malam ini juga langsung di berangkatkan ke Kota Padang Sidempuan dan semua biaya di tanggung perusahaan. Kepada perusahaan saya minta untuk bertanggung jawab atas semua korban. Pihak perusahaan menyatakan kesanggupannnya, untuk semua biaya yang di timbulkan atas kecelakaan ini, baik yang meninggal maupun yang sedang dirawat akan di tanggung semuanya oleh perusahaan,” tegas Ali Mukhni mengakhiri. (z/efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional