Menu

Lima Orang Positif Corona di Sumbar

  Dibaca : 833 kali
Lima Orang Positif Corona di Sumbar
RAPAT KOORDINASI— Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, bersama Wakil Gubernur, Nasrul Abit, Sekdaprov Sumbar, Alwis rapat koordinasi dengan OPD di lingkungan Pemprov Sumbar dan Stakeholder, Kamis (26/3), di Aula Kantor Gubernur. Suasana rapat menerapkan physical distancing dengan mengatur jarak satu satu meter sama lain.

PADANG, METRO
Perkembangan penyebaran Covid-19 di Sumbar, Kamis (26/3) hingga pukul 16.30 WIB, warga Sumbar yang telah dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19) terkonfirmasi berjumlah lima orang.

Kelima pasien positif corona tersebut dengan rincian satu orang dari Kota Padang, satu orang dari Kabupaten Pesisir Selatan, satu orang dari Kabupaten Tanahdatar dan dua orang dari Kota Bukittinggi.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno melalui Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal mengungkapkan, lima warga yang positif tersebut, rinciannya, dua orang dari hasil uji sampel Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unad) dan tiga orang dari hasil Labpratorium Litbang Kemenkes RI.

“Saat ini seluruh pihak terkait telah mengambil langkah-langkah penting. Diantaranya tracking ke belakang terhadap lima orang yang dinyatakah positif Covid-19 tersebut,” terang Jasman.

Dengan telah adanya izin Litbang Kemenkes terhadap Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand untuk bisa melakukan uji spesimen pemeriksaan swab, maka mulai hari ini dan selanjutnya seluruh masyarakat yang ODP, PDP serta suspect Covid-19, secara bertahap akan dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand tersebut.

Terkait adanya warga Sumbar yang telah dinyatakan positif Covid-19, maka masyarakat Sumbar diimbau untuk, tetap jaga jarak (physical distanding), hindari kerumunan, rajin cuci tangan, ganti pakaian jika telah di rumah. Selain itu, olah raga teratur dan upayakan berjemur di sinar matahari (sinar ultraviolet pukul 9.00 WIB sampai 11.00 WIB, minimal 10 menit

Masyarakat juga diimbau mengonsumsi makanan bergizi agar imunitas tubuh meningkat. Kalau badan kurang sehat, usahakan memakai masker. Jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak.

“Dari semua ikhtiar tersebut, tetaplah kita berserahdiri kepada Allah SWT dan mari saling bahu membahu agar penyebaran Covid-19 tidak merebak lebih banyak lagi,” imbaunya.

Gubernur Irwan Prayitno beserta seluruh jajaran Pemprov Sumbar sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua unsur masyarakat, yang dengan segala potensinya mencurahkan energinya demi maayarakat Sumbar. “Semoga apa yang dilakukan dapat pahala dari Allah SWT,” ujarnya. (fan)

Sudah Kerja Keras Antisipasi Corona.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai rapat koordinasi penanganan Covid-19, Kamis pagi (26/3) mengatakan, Pemprov Sumbar telah bekerja keras selama ini untuk melakukan upaya antisipasi penyebaran virus corona ini. “Strategi kita, membatasi penerbangan luar negeri. Kita tutup dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM),” ujar Irwan.

Selain menutup jalur penerbangan luar negeri, Pemprov Sumbar juga sudah meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengurangi penerbangan domestik dari dan keluar Sumbar. Di BIM juga sudah dipasang alat deteksi seperti, ruang penyemprotan, thermo scan, thermo gun dan lainnya.

“Setelah pengurangan ini, juga mempertimbangkan untuk meminta dihentikan penerbangan dari dan ke luar Sumbar melalui BIM. Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, sudah meminta ke pihak Angkasa Pura II Cabang BIM untuk dibicarakan kemungkinan ditutup ini. Tetapi kargo yang bawa barang dan perlengkapan tetap disiapkan juga penerbangannya,” ujar Irwan.

Sementara melalui jalur darat, diseleksi melalui pemerintah kabupaten kota untuk memperketat pengawasan di perbatasan. Setelah datang peralatan alat deteksi suhu tubuh thermo gun, wilayah di perbatasan akan diperketat lagi. Pemprov Sumbar juga menyurati seluruh PO Bus-bus di Sumbar agar mengurangi membawa orang keluar masuk Sumbar.

Pemprov Sumbar, juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada Perantau Minang di luar Sumbar, agar jangan pulang kampung, karena akan rugikan keluarga di kampung.
Sementara, antisipasi dari dalam Sumbar, sekolah sudah diliburkan dan siswa belajar di rumah, PNS juga kerja di rumah, meski sebagian tetap kerja di bagian pelayanan public. Seluruh objek pariwisata juga sudah ditutup.

Upaya lainnya, melalui MUI juga mengimbau masyarakat melalui Fatwa MUI untuk tidak sholat jumat berjamaah. “Semua langkah-langkah ini dilakukan untuk menghambat penyebaran virus corona,” tegasnya.

Dari segi fasilitas, sarana dan prasarana, dengan hadirnya Laboratorium Biomedik Unand yang telah bisa menguji sampel pasien suspect corona, sangat efektif untuk mengetahui pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pantauan (ODP) apakah negative atau positif corona. Sehingga dapat dilakukan isolasi bagi yang betul-betul positif corona. “PDP yang negative tidak perlu isolasi. Sehingga, terbatas masuk isolasi,” terangnya.

Irwan juga mengungkapkan, sudah menyiapkan, kamar isolasi di sejumlah rumah sakit. Di RSUP M Djamil Padang, sebanyak 28 kamar isolasi disiapkan, RS Unand (23 kamar), RSUD Achmad Mochtar, (12 kamar) bisa dimaksimalkan. Totalnya hampir 70 ruangan.

“Di luar rumah sakit tersebut, juga sudah disiapkan RS TNI, RSUD di Pariaman, dan Solok. Total yang direncanakan bisa mencapai 200 kamar isolasi. Sementara tujuh RS yang bisa dipakai. Yang dirancang persiapannya sekarang sudah sampai 100 kamar isolasi,” ujarnya.

Sementara, dari segi kesiapan tenaga medis, Irwan menyebutkan sudah ada tenaga dokter spesialis paru sebanyak 49 dokter, yang bertugas di RS yang kamarnya dijadikan isolasi. Bahkan, hampir seluruh RS daerah punya dokter spesialis paru.

Sedangkan untuk ketersediaan alat pelindung diri (APD) sudah ada 2000 yang akan datang dan dikargo. “Dua hari ini bisa selesai. Jumlah APD yang sudah ada capai 1000 set. Termo gun juga sudah ada sebanyak 200 unit,” terangnya.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, Pemprov Sumbar saat ini juga menyurati wali nagari, agar mengawasi masyarakat yang pulang kampung. Jika ada yang sakit segera minta pertolongan medis.

Pemprov Sumbar saat ini juga mengumpulkan semua pengadaan barang peralatan untuk penanganan virus corona, untuk diinventarisasi. “Barang peralatan ini nantinya dibicarakan pengadaannya, kita minta didampingi oleh pihak Kejaksaan, Inspektorat dan BPKP,” terangnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional