Menu

Lima Buaya Berkeliaran di Batang Bayang 1 Ditangkap, BKSDA Pasang Tanda Bahaya

  Dibaca : 201 kali
Lima Buaya Berkeliaran di Batang Bayang 1 Ditangkap, BKSDA Pasang Tanda Bahaya
ANGKAT BUAYA— Petugas BKSDA dan warga membawa seekor buaya yang ditangkap di Batang Bayang, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Pasbar. Disinyalir, masih ada 4 lagi yang berkeliaran.

PASBAR,METRO – Warga Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menangkap satu ekor buaya di Sungai Batang Bayang pada Rabu (17/10) siang. Disinyalir, masih ada empat ekor buaya lagi yang berkeliaran di aliran sungai itu.

”Penangkapan ini tidak terlepas dari bantuan masyarakat dan tim dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman,” kata Kapolsek Lembang Melintang Iptu Defrizal, Kamis (18/10).

Dikatakan Defrizal, sebelumnya warga melihat ada lima ekor buaya yang sedang berenang di Sungai Batang Bayang yang kebetulan dekat dengan perkampungan. Saat ini, satu ekor buaya dewasa dengan panjang 2,5 meter itu sudah dibawa ke tempat penangkaran di Taman Kota, Pasbar Padang Tujuh, sebelum kemudian dilepas ke habitatnya.

Sementara itu kepala BKSDA Pasaman Rully mengatakan, daat ini masih melakukan perburuan dan memasang plang tanda bahaya di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi tempat berjemurnya buaya-buaya muara itu. “Kemarin satu ekor buaya muara berhasil kita tangkap. Buaya itu sekarang sudah kita bawa ke tempat penangkaran,” kata Rully

Terkait, perilaku satwa itu, Rully mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, untuk tidak mendekati area bertelur, sarang dan tempat berjemurnya buaya-buaya itu.

Selain itu, katanya, dianjurkan untuk memasang jaring dengan radius 50 meter ke arah hulu dan hilir sungai. Guna mencegah buaya itu mendekat. Jaring ini, merupakan perimeter pembatas gerak satwa.

”Harus ada perimeter pembatas gerak satwa berupa jaring sepanjang 50 meter ke arah hulu dan hilir sungai. Perimeter ini yang akan menghambat buaya itu,” ujar Rully.

Rully menjelaskan, pihaknya saat ini selain memonitoring di sepanjang aliran sungai, juga sudah memasang plang pemberitahuan di titik-titik habitat. Hal ini, merupakan upaya untuk mencegah akses warga untuk mendatangi tempat keberadaan satwa itu.

”Walau sudah ada plang pemberitahuan, namun kita juga mengimbau kepada warga untuk selalu waspada, dan segera melaporkan ke kita jika melihat adanya buaya itu,” kata Rully. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional