Menu

Liga 1 Harus Jalan, ”Kita akan Habis jika Tak Ada Kompetisi”

  Dibaca : 112 kali
Liga 1 Harus Jalan, ”Kita akan Habis jika Tak Ada Kompetisi”
PERLIHATKAN SURAT IZIN— Menpora Zainudin Amali (kiri) dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan memperlihatkan izin dari Polri.

JAKARTA, METRO–Masa depan Liga 1 ta­hun 2021 masih belum jelas alias misterius. Kebijakan pemerintah menerapkan Perpanjangan Pem­ber­la­kukan Pembatasan Kegia­tan Masyarakat (PPKM) Level 4 sehinga membikin jadwal dimulainya kom­petisi terus diundur.

“Saya tahu, sepak bola harus jalan. Jika tidak ka­sihan pemain dan keluar­ganya serta pelatih,” kata Ketua PSSI, Mochamad Iriawan yang dilansir CNN Indonesia TV beberapa waktu lalu. “Kita akan habis kalau tidak ada kompetisi. Kasihan pemain tidak bisa tampil dan bagaimana me­reka menghidupi keluar­ganya. Kasihan mereka,” tutur pria yang karib di­panggil Iwan Bule itu.

PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) ter­paksa menunda kick-off Liga 1 dari 9 Juli hingga batas waktu yang belum ditentukan buntut dari per­mintaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disusul penerapan PPKM Level 4 akibat gelom­bang kedua pandemi Co­vid-19.

PSSI dan PT LIB telah berencana memulai Liga 1 pada 20 Agustus 2021, na­mun pemerintah malah menambah durasi PPKM Level 4 dari 25 Juli 2021 hingga awal 2 Agustus 2021. “Tentunya, harapan kami apa yang akan kami sampaikan, pemerintah bisa merespons kesulitan kami,” jelas purnawirawan polisi berpangkat terakhir Komjen Pol. tersebut.

Iwan Bule menganggap BNPB tidak punya alasan untuk menahan rekomen­dasi bagi Liga 1. Pihaknya mengklaim punya bukti kuat bahwa kejuaraan se­pak bola minim penye­baran Covid-19 berdasar­kan Piala Menpora 2021. “Padahal, tak ada klaster di Piala Menpora. Kami jaga betul. Mulai dari hotel, perjalanan, sampai masuk stadion, kami tes swab semua,” imbuh Iwan Bule.

“Protokol kesehatan sudah luar biasa. Kami bangga punya stakeholder yang bisa menggelar per­tandingan di masa Covid-19. Ini sudah akhir Juli 2021, harus main,” tutur mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Sampai saati ini, Liga 1 telah mati suri selama se­tahun lebih empat bulan. Kompetisi terakhir kali dia­dakan pada Maret ta­hun lalu, namun diber­hen­tikan karena pandemi Co­vid-19.

Pemain Frustasi

Kepastian penundaan gelaran kompetisi Liga I dan 2, ini setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) seba­gai operator Liga 1 dan Liga 2 2021 memutuskan untuk melakukan penun­daan. Dampak penundaan kompetisi membuat se­jumlah pemain kecewa.

Skuad Bali United Gavin Kwan Adsi sangat ber­harap Liga 1 bisa bergulir kembali. “Saya berharap liga ber­jalan secepatnya dan tidak tertunda lagi. Saya tidak mau ada PHP atau prank lagi,” ucap Ga­vin.

Menurut pemain serba bisa tersebut, penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang terus berulang mem­buat dirinya dan bahkan pemain lain frustasi. Bah­kan dia sedikit melon­tar­kan pernyataan sarkas terkait carut marutnya per­sepakbolaan Tanah Air.

“Kami jujur frustasi dan kecewa. Seharusnya (Liga 1) sudah mulai lagi. Tapi sekarang belum ada ke­pas­tian dimulai lagi. Kalau tidak ada kejelasan, bisa-bisa satu tahun lagi baru ada kompetisi. Dunia se­pak bola Indonesia sangat buruk. Disini yang paling terlambat dan tertinggal diantara negara-negara lain,” tegas Gavin.

Selain itu, akibat penun­daan yang terus berulang, membuat semangat pe­main diakuinya menjadi berkurang. Menurut man­tan pemain Mitra Kukar dan Barito Putera ini, pe­nun­daan liga bisa mem­buat masa depan pemain menjadi tidak jelas.

“Semangat kami yang kena. Secara mental jelas sangat tidak bagus. Kami tidak tahu masa depan seperti apa. Kami sudah melakukan persiapan be­gitu lama dan tidak ada tujuan sama sekali dari persiapan yang kami laku­kan,” ujar Gavin. (*/boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional