Close

Liburan Sekolah Pondok Quran Darul Furqan, Empat Hari Hafal 1 Juz

Ilustrasi Menghafal Ayat Al -Qur'an

PARIAMAN, METRO – Liburan sekolah kali ini terasa berbeda dari liburan-liburan sebelumnya di Pondok Quran Darul Furqan, Pariaman. Memasuki tahun ketiga sejak berdirinya, Pondok Quran yang menjadi salah satu amal usaha Yayasan Darul Furqan ini mengadakan karantina Quran. Karantina Quran dimaksud adalah peserta diasingkan dari kegiatan keseharian dan berfokus untuk menghafal Al Quran.

Berlokasi di samping Masjid Raya Air Santok, Pariaman Timur, karantina ini dihelat mulai dari 28 Juni sampai dengan 1 Juli. Hanya berlangsung dari jam 08.00 hingga 16.00 setiap hari. Adapun tema yang digagas panitia pelaksana Karantina adalah Four Days One Juz (FDOJ) yaitu, empat hari (hafal) satu juz.

Meski baru kali pertama, kegiatan ini mengundang tingginya antusiasme masyarakat. Tidak hanya dari dalam Kota Pariaman, bahkan peserta hingga datang dari luar kota, seperti dari Kota Padang. Padahal, iklan di radio dan media sosial tak lebih dari tiga hari saja sebelum hari H nya.

Tagline FDOJ yang diusung panitia menjadi magnet penarik tersendiri bagi orang tua dalam memilih Pondok Quran menjadi tempat untuk menghabisan masa liburan anak-anak mereka. Di samping itu juga sebab biaya yang dianggarkan untuk masing-masing peserta relatif lebih murah dibanding program tahfiz yang diadakan lembaga lainnya. Alhasil, sebanyak 59 peserta terdaftar ikut serta pada karantina quran ini kali ini.

Karantina Quran ini menggunakan metode Rasulullah SAW, yaitu Talaqqy, Tahsin, Tahfiz dan Tasmi. Pelaksnaan metode ini dibimbing langsung oleh ustaz, ustazah yang hafalannya terjaga seperti Ustaz Mansyardin, dan Ustaz Ari Saputra.

Pimpinan Pondok Quran Darul Furqan, Ustaz Muhammad Sabir, kemarin menyatakan kegiatan ini memang sengaja dirancang untuk mengisi liburan siswa dan mahasiswa tahun ini agar lebih bermakna dan purna manfaat.

”Kegiatan ini bukannya tidak mendapatkan nada sumbang dari sebagian orang tua yang menelpon saya. Mereka menyangsikan, apakah mungkin satu juz dapat dihapal dalam empat hari saja,” jelasnya, sambil menirukan suara penelepon itu.

Ia melanjutkan, sungguhpun demikian, panitia pelaksana tetap optimis, sebab Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-Qamar (54): 17, 22, 32 dan 40. Yang artinya: dan sungguh kami memudahkan Al-Qur’an itu untuk diingat, maka adakah yang mau mengambil pelajaran.

”Redaksi yang sama dari ayat ini diulang empat kali dalam surat yang sama. Hal ini seolah mengisyaratkan bahwa untuk menghapal Kalam Allah itu akan selalu dimudahkan. Jika Allah SWT berkehendak, maka mudah saja bagi-Nya untuk membuat seseorang dapat menghapalnya,” pungkasnya.

Seolah mengaminkan pimpinan amal usahanya, Ustaz H. Afrinaldi Yunas, MA selaku Pengurus Yayasan Darul Furqan Pariaman yang memberikan sambutan pun mengaku sebelumnya sempat memastikan akan kesiapan dan keseriusan panitia dengan FDOJ.

”Setelah melihat hasil dari kinerja para ustaz/ah bahwa lebih dari 25 % peserta yang dapat mencapai target hapalan, saya mendorong Pondok Quran agar terus mengadakan kegiatan karantina qur’an ini di masa yang akan datang,” sarannya.

Di akhir acara penutupan, dipilih enam peserta terbaik, tiga putra dan tiga putri. Sebelum diberikan hadiah dan penghargaan, masing-masing peserta terbaik itu diuji hapalannya yang disaksikan oleh orang tua dan peserta lainnya.

Deded, orang tua dari salah seorang peserta sangat berkesan dengan kegiatan karantina ini. Saking berkesannya, ia berniat untuk memindahkan anaknya belajar Al Quran di Pondok Quran Darul Furqan. Di samping lokasinya yang berada di hamparan sawah dengan sejuknya udara dan indahnya pemandangan, program yang ada di pondok ini menarik hatinya. Ia menuturkan dengan penuh harap: “Semoga Kegiatan karantina ini selalu dilakukan setiap liburan sekolah. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top