Menu

Libur Lebaran di Kota Padang, Tempat Wisata Ditutup, Shalat Idul Adha Tetap Dibolehkan di Masjid

  Dibaca : 158 kali
Libur Lebaran di Kota Padang, Tempat Wisata Ditutup, Shalat Idul Adha Tetap Dibolehkan di Masjid
ilustrasi

JATIBARU, METRO–Kementerian Agama menetapkan Idul Adha 1442 Hijriah jatuh pada 20 Juli atau bertepatan de­ngan hari terakhir PPKM Darurat di Kota Padang. Jika daerah lain di Indonesia yang menerapkan PPKM Darurat, pelak­sa­na­an shalat Idul Adha tak di­perbolehkan, namun Pem­­prov Sumbar mengi­zin­kan pelaksanaan shalat Idul Adha 1442 H secara ber­jamaah di masjid.

W­akil Gubernur Sum­bar Audy Joinaldy menga­ta­kan keputusan sesuai dengan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar. Meski diizinkan pelaksanaan ibadah, Audy mengingatkan supaya di­lak­sanakan pengawasan ke­tat oleh pemerintah da­erah.

“Supaya setiap jamaah yang masuk ke masjid me­ne­rapkan protokol keseha­tan dengan ketat. Yakni. semua jamaah harus men­cuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker,” tegas wagub.

Dijelaskan, semua pe­ngu­rus masjid harus mem­perhatikan pelaksanaan protokol kesehatan. Bagi jemaah yang tidak patuhi protokol kesehatan tidak diizinkan masuk ke masjid.

Selain itu menurutnya bagi jamaah yang tidak ingin datang ke masjid juga dibolehkan sesuai arahan MUI Sumbar. Jamaah bo­leh saja melaksanakan sha­lat Idul Adha di rumah ber­sama keluarga sesuai ke­tentuan.

Diketahui MUI Sumbar telah mengeluarkan Mak­lu­mat, Taujihat dan Tausi­yah Nomor: 003/MUI-SB/VII/2021. Dalam maklumat tersebut, dijelaskan bahwa peniadaan kegiatan ibadah di rumah ibadah tidak bisa disetujui dan diterima se­ba­gai landasan kebija­kan di Sumbar karena kecilnya potensi terjadinya keru­mu­nan tersebut.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cho­­­lil Qoumas sebelum­nya sudah meminta umat Islam yang berada di da­erah PPKM Darurat di Jawa dan Bali melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah masing-masing. Hal itu tertuang dalam Surat Eda­ran (SE) Menag Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penia­daan Sementara Periba­da­tan di Tempat Ibadah, Ma­lam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi di wilayah PPKM Darurat.

“Jadi kami minta su­paya takbiran dan Shalat Idul Adha di wilayah PPKM Darurat dilakukan di rumah masing-masing,” kata Ya­qut dalam konferensi pers sidang isbat penetapan 1 Zulhijah, akhir pekan lalu.

Selain meniadakan sa­lat Idul Adha secara ber­jamaah dan di tempat per­ibadatan, Yaqut juga me­larang pelaksanaan takbir keliling. Ia mengatakan, peniadaan salat Idul Adha berjamaah dan takbir keli­ling selama PPKM Darurat mutlak harus dilakukan guna menekan laju penye­baran Covid-19.

Sebab menurutnya, upa­ya penanganan Covid-19 harus dilalukan ber­sama-sama oleh semua masyarakat. Bukan hanya oleh pemerintah, namun oleh semua mas­yarakat dan semua peme­luk aga­ma.

“Sehingga kita semua, dengan kesadaran secara penuh dan kemudian dires­pons dengan aturan peme­rin­tah,” kata dia.

Selain itu, Yaqut juga mengatur soal ketentuan pemotongan hewan kur­ban. Lewat edaran terse­but, ia meminta agar pelak­sanaan pemotongan he­wan kurban hanya dilaku­kan di rumah potong he­wan.

Langkah itu diambil gu­na mencegah kerumunan masyarakat yang antre mengambil daging hewan kurban. Ia juga meminta agar panitia dan pihak yang berkurban mem­bagi­kan daging kepada ma­sya­rakat.

Libur Lebaran

Sementara itu, warga Kota Padang diminta agar tak mengunjungi tempat wisata, karena masih da­lam situasi PPKM. “Sesuai edaran  bertepatan dengan idul adha kita masih PPKM. Makanya tempat wisata di Padang tetap ditutup untuk menghindari keramaian,” kata Plt Kepala Dinas Pari­wisata Kota Padang, Ar­fian.

Pada Hari Raya Idul Adha diharapkan, tak ada warga yang pergi ke tem­pat wisata di Kota Padang. Seperti Pantai Air Manis, Gunung Padang dan titik lain. Warga diminta tetap dirumah untuk meng­hin­dari penularan Covid-19.

“Kita sama-sama tahu wali kota sudah menge­luar­kan edaran terkait PPKM. Jadi semuanya ha­rus mematuhi. Kita harap­kan tak ada yang ber­kun­jung ke tempat wisata pada hari itu,” tandasnya.

Idealnya, kata dia,  Hari Raya Idul Adha diman­faat­kan dengan bersilaturahmi  bersama keluarga dengan tetap menerapkan proto­kol kesehatan. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional