Close

Lewat Pantun, Ridwan Kamil Doakan Prabowo jadi Presiden

DOAKAN PRABOWO— Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kala itu mendoakan Prabowo menjadi Presiden. Harapan itu disampaikan Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, melalui sebuah pantun.

JAKARTA, BANDUNG–Pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Barat masa bakti 2022-2026 di Gedung Sate, Kota Bandung, awal pekan ini, terasa istimewa bagi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga merupakan Ketua Umum IPSI.

Mengapa? Karena Gubernur Jawa Barat Rid­wan Kamil kala itu mendoakan Prabowo menjadi Presiden. Harapan itu disampaikan Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, melalui sebuah pantun.

Semula Kang Emil men­­jelaskan kiprah IPSI Jawa Barat, yang berhasil menorehkan berbagai prestasi nasional maupun internasional. Selain itu, juga ditegaskan komitmen provinsi ini dalam pengembangan olahraga dan pencak silat, agar bisa terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan menyediakan lahan seluas 8 hektare untuk pade­po­kan pencak silat di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Untuk menunjukkan ke­seriusannya, Kang Emil yang juga arsitek itu bakal yang mendesain sendi­ri padepokan seni beladiri tersebut.

Sebelum mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan pujian kepada Pra­bowo sebagai Ketua Umum IPSI.

Prabowo dan IPSI dinilai telah menyatu karena memiliki dua huruf inisial yang sama; PS, yakni Pra­bowo Subianto dan pencak silat. Menutup sambutannya, ia kemudian mempersembahkan sebuah pan­tun untuk Prabowo.

 “Mari berfoto di tepi pantai, sambil makan ikan sarden. Pak Prabowo yang kita cintai, kita doakan jadi Presiden.”

Persembahan pantun tersebut langsung disambut tepuk tangan dari pengurus IPSI Pengprov Jawa Barat yang hadir di Aula Barat Gedung Sate.

Kang Emil mengaku pan­tun tersebut merupakan doa yang dipanjatkan dirinya kepada seorang tamu. Sudah selayaknya setiap tamu mendapat penghormatan.

Sebelumnya, ia juga mendoakan Menko Pere­konomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto saat kunjungan kerja ke Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Prabowo kemudian ber­siap membalas pantun. Akan tetapi, sebelum mem­bacakan pantun balasan, Prabowo menegaskan dirinya enggan berbicara ma­salah politik di forum IPSI karena IPSI tidak boleh dikait-kaitkan dengan politik.

Meski demikian, Prabowo mengaku bangga dengan Jawa Barat karena pada Pilpres 2019 perolehan suaranya di provinsi ini mengungguli Joko Widodo, yang kemudian terpilih menjadi Presiden periode 2019-2024.

Setelah mengawali pidato singkat, Prabowo kemudian membacakan pantun yang sudah disiapkan. Pantun tersebut berisi pesan supaya orang yang hadir di Gedung Sate mengingatnya walaupun dirinya segera meninggalkan gedung tersebut usai acara.

“Tadi kok saya dikasih pantun-pantun, saya juga punya pantun,” katanya.

Ada tiga pantun yang dipersembahkan Prabowo untuk membalas pantun Ridwan Kamil.

“Persib Bandung punya Jawa Barat, bobotoh pendukung setianya. Pencak silat bisa hebat, karena Jawa Barat selalu juara.”

“Es lilin enak aslinya dari Bandung, enak diminum dengan cemilan. Untuk hadirin yang sudah datang, assalamualaikum saya haturkan.”

“Jalan-jalan ke bukit Hambalang, mampir dulu ke kebun raya. Sebentar lagi saya akan pulang, jangan lupa dengan saya.”

Itulah tiga pantun balasan Prabowo. Baris terakhir dari pantun ketiga tersebut disambut riuh tepuk tangan para tamu undangan. Ada pesan dalam pantun itu yang tersurat, ada pula yang tersirat.

Sebagaimana diketahui, hubungan Ridwan Kamil dengan Prabowo selama ini mengalami pasang-surut.

Kang Emil bertemu kali pertama dengan Prabowo Subianto pada kontestasi Pilkada Jawa Barat 2010, lalu pada resepsi pernikahan putri Ketua DPRD Jawa Barat M. Taufik Hidayat di Bandung pada Agustus 2022.

Prabowo dan Ridwan Kamil memutuskan untuk berpisah saat Pilkada Jawa Barat 2019. Ia memutuskan berpisah dengan Partai Gerindra yang mendukungnya maju pada Pilkada Kota Bandung 2013.

Namun, hubungan keduanya kembali menghangat saat Ridwan Kamil bertemu kembali dengan Prabowo, yang juga Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra, di Jakarta, Juni 2021.

Dalam pertemuan itu mulai muncul dukungan untuk mewujudkan Jawa Barat Juara. Kedua tokoh tersebut kembali menunjukkan kemesraan hubungan meski masih berupa berbalas pantun.

Lantas apakah momentum berbalas pantun tersebut menjadi tanda bagi keduanya untuk bersatu atau bakal berduet pada Pilpres 2024?

Bisa ya atau tidak. Da­lam politik tidak ada yang pasti karena yang ada hanya kepentingan. Apalagi  hingga kini Ridwan Kamil juga belum memutuskan untuk  bergabung dengan partai politik mana pun.  (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top