Menu

Lestarikan Randai, Masyarakat Tiakar Sanggar Seni

  Dibaca : 97 kali
Lestarikan Randai, Masyarakat Tiakar Sanggar Seni
Ilustrasi pertunjukan Randai (Kemendikbud)

PAYAKUMBUH, METRO – Sebagai salah satu tradisi asli Minangkabau, seni pertunjukan randai mulai dilupakan oleh genarasi muda. Atas alasan itu, sejumlah tokoh masyarakat Kenagarian Tiakar, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur berupaya menghidupkan kembali randai di tengah-tengah masyarakat dengan membuka kembali Sanggar Seni Randai Maruhun Sati.

Ketua Sanggar Randai Maruhun Sati, Yosrizal mengatakan sanggar tersebut berdiri sejak 1990. Namun kegiatannya mengalami pasang surut dan sampai vakum dari aktivitas kesenian tradisional.

“Dan pada peresmian kembali hari ini, kita ingin menjadikan sanggar ini sebagai wadah bagi masyarakat untuk menjaga budaya randai, sastra dan tradisi lainnya,” ujarnya

.Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Wirianto Datuak Paduko Bosa Marajo mengatakan peresmian sanggar ini mampu membentengi masyarakat dari pengaruh negatif. Sanggar Randai Maruhun Sati sebagai wadah pelestarian budaya juga sebagai wadah untuk semua kesenian tradisional Minangkabau dan menyampaikan pesan-pesan moral melalui seni tersebut.

“Seperti di dalam itu kan ada cerita yang bisa menjadi wadah untuk kritik kepada pemerintah dan fenomena masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh Yendri Bodra Datuak Parmato Alam mendukung penuh terbentuknya sanggar kesenian dalam menjaga adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah sesuai falsafah hidup orang Minangkabau. “Kita berupaya untuk melengkapi peralatan kesenian untuk kebutuhan sanggar dari dana pemerintah,” ujarnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional