Close

Lenggang Saribu Talam, Sarilamak Baralek Gadang

MEMBAWA TALAM— Para bundo kandung Sarilamak membawa talam berisi makanan khas daerah.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, menggelar festival budaya Sarilamak Lenggang Saribu Talam, selama Tiga hari mulai Senin-Rabu (24-26/10). Kegiatan dihari pertama arak iriang mandu’a Kapalo Bonda Lomba maisi Dulang, dilepas langsung Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, dari kantor Bupati Lima Puluh Kota menuju Sarosah Tanggo dan Sontua.

Pada hari kedua, kegiatan akan dilakukan lenggak lenggok rang mudo jo puti bungsu, dan pada hari terakhir juga akan dilakukan angacau Kalamai dan terakhir lounching album “Sarilamak Maimbau” yang dinyanyikan langsung Wali Nagari Sarilamak Oly Wi­jaya Dt. Kali Nan Putiah. Dengan festival Sarilamak ini diharapkan menjadi ikon kabupaten Lima Puluh Kota kedepan.

Ketua Panitia festival budaya Sarilamak, Mahendra Dt. Sinaro Sati, melalui Ketua Bidang Humas Altoyo, menyebut bahwa festival budaya Sarilamak ini pernah dilakukan 7 tahun silam, dan baru kembali digelar kembali hari ini sampai tiga hari kedepan. “Sarilamak baralek gadang, festival budaya Sarilamak Lenggang Saribu Talam, akan berlangsung selama Tiga hari. Kita berharap ini menjadi ikon Ka­bupaten Lima Puluh Kota dan dilakukan terus menerus,” sebut Altoyo.

Dia berharap, ivent besar yang menyajikan tradisi budaya Sarilamak yang diikuti oleh seluruh pasukuan yang ada di Sarilamak. Melalui lenggang Saribu Talam, masing-masing dari pasukuan yang ada membawa makanan khas tradisional Sarilamak, yang akan disajikan di Sarosa Tanggo tempat Mandu’a. “Nanti beragam masakan khas tradisional Sarilmak akan disajikan ditempat acara, satu Talam itu berisi makanan yang dapat dihidangkan kepada Enam orang,” sebut Altoyo.

Camat Harau Andri Yas­men, menyebut festival budaya Sarilamak ini sangat besar yang berlangsung selama Tiga hari dan diikuti oleh seluruh pasukuan yang ada termasuk diikuti oleh anak nagari Sa­rilamak yang berasal dari suku Jawa dan Batak. Dan ikut membawa antaran sesuai makanan khas mereka dan sesuai pakaian khas masing-masing. “Memang sempat vakum beberapa tahun, dan baru tahun ini kembali diselenggaran. Acara akan berlangsung selama Tiga hari, dan Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra sudah menyampaikan agar acara ini rutin dilakukan setiap tahun,” sebut Camat berprestasi ini.

Dia juga mengatakan, acara dibuka langsung Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, dilepas dari Kantor Bupati Lima Puluh Kota di Bukik Limau, Nagari Sarilamak menuju Sarosa Tanggo. Disamping menjalin silaturahmi, juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT.

“Tradisi ini bisa berlanjut, dalam rangka silaturahmi sekaligus mencanangkan niniak mamak gantang 40. Tadi juga menobatkan Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin dan ketua dewan  Deni Asra, sebagai pucuak undang luak Limo Puluah, dinobatkan langsung oleh Tuangku Luak. Kemudian ketua Dewan juga dinobatkan sebagai Camin Taruih artinya tempat menyampaikan keluh kesah,” sebut Camat. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top