Menu

Lelaki tak Bercelana Tertangkap di Lokasi Pijit

  Dibaca : 1788 kali
Lelaki tak Bercelana Tertangkap di Lokasi Pijit
Audy Joinaldy bersama dengan sejumlah influencer muda di Kota Padang, Sumbar.
pasangan pijit mesum

Lelaki tua berinisial D, hanya menyengir sewaktu diamankan di Mapolres Bukittinggi, Selasa (15/09/2015). D ditangkap polisi sedang tak bercelana, dan dipijit oleh LN di lokasi pijit plus-plus kawasan Belakang Tembok, Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO–Penggerebekan lokasi pijit plus-plus di Simpang Tembok, Bukittinggi, Selasa (15/9) menyisakan kisah lucu. Seorang lelaki, tertangkap tangan tak bercelana di kamar pijit. Selain ada yang tak bercelana, petugas juga menyita tiga kondom.

Ketika kepergok oleh petugas kepolisian dan Sat Pol PP, penikmat pijit plus-plus itu kalimpasiangan, dan buru-buru memasang celananya yang sudah dipelorotkan. Dia tak sempat kabur walau pemilik salon pijit sudah memberi kode, dengan kata-kata metu. Bahasa jawa itu, artinya keluar. ”Cuma pijit, tidak macam-macam,” ungkap D, inisial lelaki yang tertangkap tak bercelana itu.

Tapi, walau mengaku hanya pijit, D tetap diamankan bersama pemijitnya LN (32). Sebelum pergi, petugas sempat melakukan penggeledahan dan mendapati tiga kondom. Diakui LN, kondom itu miliknya dan hanya untuk jaga-jaga kalau ada yang nakal.

”Saya sudah 20 hari di sini. Membantu dagang. Tapi, kalau ada yang meminta dipijit juga dilayani, termasuk memberi plus-plus. Kalau kondom, sebagai jaga-jaga agar tidak hamil, sebab saya masih punya suami yang sah berada di Pekanbaru,” katanya.

Selain menggerebek lokasi pijit plus-plus, petugas juga mengamankan 28 pelajar yang berada di sejumlah warnet pada jam pelajaran. Semua pelajar yang terjaring dimasukkan dalam truk Dalmas Satpol PP Bukittinggi, kemudian dibawa ke Mapolres Bukittinggi untuk didata.

Semua pelajar yang terjaring tersebut dikumpulkan di halaman Polres dengan semua HP diperiksa jika adanya gambar porno atau hal terlarang lainnya, termasuk rokok dan korek api yang dibawa pelajar juga disita petugas, serta membuat surat pernyataan.

Kasatsabhara AKP Y Chania SH yang memimpin razia mengatakan, 28 orang pelajar dari berbagai sekolah terdiri dari 11 pelajar SMP dan 17 SMA. ”Ini sebagai upaya menindak lanjuti laporan dari masyarakat, tentang banyaknya pelajar yang main internet dan PS pada jam pelajaran. Setidaknya, ada lima warnet yang dirazia tim untuk menjaring pelajar yang bolos pada jam pelajaran dan langsung digiring ke Polres Bukittinggi,” kata AKP Y Chania.

Selanjutnya semua yang terjaring kata AKP Y Chania SH, untuk pelajar dibina dan didata di Polres Bukittinggi. Sedangkan pasangan mesum langsung dibawa ke Satpol PP Bukittinggi, termasuk kasur mereka sebagai barang bukti untuk ditindaklanjuti sesuai Perda Kota Bukittinggi. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional