Menu

Lecehkan Perawat di Ruang Nicu, Oknum Dokter jadi Tersangka di Batusangkar

  Dibaca : 524 kali
Lecehkan Perawat di Ruang Nicu, Oknum Dokter jadi Tersangka di Batusangkar
Kapolres Tanah Datar AKBP Rokhmad Hari Pur¬nomo

TANAHDATAR, METRO–Satu bulan pascadilaporkan, seorang dokter spesialis anak yang bekeja di salah satu rumah sakit swasta di Batusangkar,, ditetapkan sebagai tersangka penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Tanahdatar atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap perawat.

Parahnya, dugaan pelecehan seksual dilakukan tersangka ber­inisial Dokter NH (42) di dalam ruangan Neonatal In­tensive Care Unit (NI­CU) rumah sakit terhadap perawat berinisial AU (23) saat sedang bekerja. Meski tersangka, oknum dokter itu belum dilakukan pena­hanan.

Kapolres Tanah Datar AKBP Rokhmad Hari Pur­nomo melalui Kapolsek Lima Kaum Iptu Suhermen mengatakan kejadian ber­mula, Sabtu tanggal (5/6) sekira pukul 00.35 WIB di ruangan NICU rumah sakit tempat tersangka dan kor­ban bekerja,

“Awalnya, korban ber­sama seorang rekannya sesama perawat mem­bantu tersangka mela­ku­kan observasi bayi yang baru lahir. Lalu meminta rekan korban ke ruangan ibu untuk melakukan IMD (Pemberian Asi Pertama) kepada bayi yang baru lahir, saat tinggal berdua di dalam ruangan tersangka melakukan aksinya,” kata Iptu Suhermen, Selasa (3/8).

Ditambahkan Iptu Su­hermen, awalnya tersang­ka mengatakan kepada kor­ban bahwa pinggang­nya sakit dan meminta korban untuk memijit ping­gangnya dengan cara me­mukul-mukul dengan ta­ngan korban, dan tidak lama kemudian tersangka melakukan hal tak senonoh terhadap korban.

“Sebulan lamanya pe­nye­lidikan dan penyidikan dilakukan, akhirnya  status Dokter NH dinaikan men­jadi tersangka,” ungkap Iptu Suhermen.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanah Da­tar Iptu Syafri mem­benar­kan bahwa berdasarkan hasil gelar perkara sudah memenuhi unsur untuk menaikan status NH dari terlapor menjadi ter­sang­ka.

Disinggung apakah lang­­sung dilakukan pena­ha­nan terhadap tersangka, dirinya menyampaikan bah­wa pihaknya belum me­lakukan penahanan ka­rena belum dapat mela­kukan pemeriksaan ter­hadap tersangka dikare­na­kan begitu dr NH ditet­ap­kan tersangka, penyidik yang menangani perkara tersebut terkonfirmasi po­sitif Covid-19.

“Untuk dapat mela­ku­kan penahanan adalah ke­wenangan Polisi, kita wa­jib melaklukan peme­riksaan dulu terhadap tersangka, sementara waktu kita te­tap­kan (tersangka), penyi­dik­nya terkonfirmasi positif Covi-19, mungkin dalam dua hari ini penyidiknya sudah masuk kantor se­hingga dapat kita lakukan pemeriksaan terhadap ter­sangka,” imbuhnya. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional