Menu

Lebaran makin Dekat, Dana Bantuan Pesantren Masjid/Mushalla Belum juga Cair

  Dibaca : 76 kali
Lebaran makin Dekat, Dana Bantuan Pesantren Masjid/Mushalla Belum juga Cair
Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry

SAWAHAN, METRO
DPRD Kota Padang berharap bantuan Pesantren Ramadhan untuk masjid/mushalla dicairkan sebelum Lebaran Idul Fitri 1442 H / 2021 M. Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry mengungkapkan jika dana pesantren dibayarkan usai Lebaran Idul Fitri oleh Pemko Padang, tentu panitia penyelenggara tidak bisa mempergunakannya untuk kebutuhan Lebaran.

“Kita meminta Bagian Kesra Setdako Padang mencairkan secepatnya, agar dananya bisa dibagi pengurus ke panitia,” kata kader Partai Demokrat, Selasa (4/5).

Jika pemko padang terkendala pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) lanjutnya Wali Kota Padang mesti carikan solusi lain. Jangan sampai didiamkan. “Jalan keluarnya harus ada, jangan biarkan panitia puasa materi hingga Lebaran usai. Itu tak seimbang dengan tugas yang diberikan selama 17 hari di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Ia berharap, Bagian Kesra dapat memperjuangkan pencairan bantuan ini ke Wali Kota. Supaya hak panitia diterima dan kekosongan kas saat merayakan Lebaran ditengah pandemi tak dialami panitia ataupun penyelenggara pesantren di Padang.

Salah seorang panitia Pesantren Ramadhan yang tak mau dicantumkan namanya meminta Pemko Padang membayarkan dana pesantren sebelum lebaran. Sebab bisa digunakan untuk keperluan lebaran.

“Kalau dapat sebelum rayo panitia alah dapek haknyo,” katanya.

Sementara, Kabag Kesra Setdako Padang, Fuji Astomi membenarkan hal itu dan menyampaikan proses pencairan dana Pesantren Ramadhan mekanismenya bertahap mulai dari pengajuan bantuan dana dari penyelenggara pesantren hingga verifikasi data peserta.

“Masjid/Mushalla yang melaksanakan pesantren di Padang ada 1.600 rumah ibadah. Tentu dengan sistem Manual proses vserifikasi tak bisa cepat selesai. Apalagi personel yang bertugas tak banyak dan hanya ada 9 operator,” paparnya.

Untuk satu operator lanjutnya personil akan menangani 200 data yang masuk dari rumah ibadah yang menyelenggarakan pesantren. Itu memerlukan waktu untuk verifikasi.

“Kita dari Bagian Kesra akan berupaya menuntaskan sesegaranya. Supaya dana pesantren bisa masuk ke rekening penyelenggara dengan cepat dan pembagian bisa dilaksanakan,” ujar mantan Camat Nanggalo ini.

Total anggaran pesantren di 2021 adalah sebesar Rp2,4 miliar dan berasal dari APBD Padang. Sampai sekarang, data yang sedang dalam verifikasi belum sampai separuh. Hanya 600 masjid baru. Makanya proses pencairan telat. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional