Close

LBH Pilar Keadilan Minangkabau, Dampingi Korban Tipu Daya Debt Collector

DAMPINGI— Fabel didampingi orangtuanya Doddy Sastra menyerahkan kuasa hukum kepada LBH Pilar Keadilan Minangkabau .

PAHLAWAN, METRO–Lembaga Bantuan Hukum Pilar Keadilan Minangkabau, berikan pendampingan hukum terhadap Fabelani Prilitya (22) yang jadi korban du­gaan tindakan pidana kejahatan “perampasan” kenderaan bermotor di duga dilakukan Dua orang debt collector mengaku dari Adira Finance.  Fabe­lani Prilitya didampingi o­rangtuanya Dody Sastra telah menyerahkan surat kuasa kepada advokat/pengacara dari LBH Pilar Keadilan Minangkabau, Vault Vandellan,SH dan M. Ridha Rahmat Putra, SHI,­MH, pada Kami (27/1) pekan kemarin.

Vault Vandellan,SH dan M. Ridha Rahmat Putra, SHI,MH yang dikonfirmasi wartawan saat mendampingi kliennya Fabe­lani Prilitya di Satreskrim Polres Payakumbuh, Senin (31/1), kemarin membenarkan atas penyerahan kuasa hukum tersebut kepada lembaga hukum yang dipimpinnya.

“Ia, setelah pemberian kuasa maka penanganan atas kasus dugaan pidana penipuan atau perampasan sepeda motor yang dialami Fabelani Prilitya yang diduga dilakukan dua debt collector mengaku dari Adira Finance, resmi menjadi tanggungjawab saya sebagai penasehat hukum,” ungkap Vault Vandellan dan M. Ridha Rahmat Putra, kepada wartawan.

Sebelumnya diketahui, Fabelani Prilitya, menjadi korban kejahatan dua o­rang yang diduga debt collector yang mengaku dari perusahaan pembiayaan leasing ternama Adira Finance.

Aksi “perampasan” dengan modus bujuk rayu atau iming-iming akan diberikan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) itu, dialami Fabe­lani saat ia tengah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SP­BU) di Kawasan Parit Rantang Kota Payakumbuh, Kamis (27/1).

Saat itu, Fabelani didatangi dua orang yang me­ngaku dari Adira. Kepada gadis berusia 22 tahun itu, salah satu pria itu menanyakan apakah ia (Fa­be­lani,red) anak dari Reflida Idrus, istri dari Doddy Sastra. Karena tak curiga, Fabelani mengiyakan bah­wa ia memang anak dari Reflita Idrus.

Beberapa saat kemudian, pria yang tak dikenal itu mengajaknya ke kantor Adira Finance di Kawasan Pakan Sinayan, meskipun sempat menolak secara halus bahwa ia hendak menghubungi o­rang tuanya, namun kedua pria itu tetap memaksa dengan alasan hanya beberapa menit saja, akan diserahkan BPKB, tanpa curiga ia mengikuti ajakan dua pria itu.

Namun naas, sampai di kantor leasing itu ia diminta menandatangani tiga lembar surat, karena tak merasa curiga, tanpa pikir panjang ia langsung membubuhkan tandatangan. Tapi ternyata itulah awal petaka baginya, ia harus “kehilangan” sepeda motor yang telah diansur selama 28 kali itu. Selain itu, helm, jeket dan surat berharga lainnya yang ada dalam Jok motor juga raib dibawa bersama motornya.

“Iya, satu dari dua pria yang menemui saya di SPBU itu menanyakan bah­wa saya anak dari Reflita Idrus, setelah saya iyakan, ia membujuk saya untuk mengambil BPKB dengan alasan Covid-19 dan BPKB sudah bisa diambil,” ucap Fabelani usai mengadu ke Mapolres Pa­yakumbuh, Kamis (27/1).

Fabelani juga menambahkan, atas kondisi itu ia merasa ditipu, sehingga harus “kehilangan” sepeda motor jenis Scoopy a­kibat “Dirampas” itu.

Atas kondisi “perampasan” itu, Doddy Sastra  mendatangi Kantor Adira Finance di Kawasan Pakan Sinayan Kecamatan Pa­yakumbuh Barat untuk meminta penjelasan, namun sayang, di Kantor itu, ia tak mendapatkan penjelasan. Dari satu orang, ia “dipimpong” ke karya­wan lainnya, bahkan ia diminta bertanya kepada petugas sekuriti terkait hal yang dialami.

“ Usai mendapat kabar, saya bersama beberapa orang teman mendatang kantor Adira Finance untuk meminta penjelasan terkait aksi “perampasan” yang dilakukan terhadap sepeda motor yang dikendarai anak saya. Bukannya penjelasan, namun saya malah dioper/dipimpong ke beberapa orang, baik ke teler, maupun sekuriti. Dari Teler maupun sekuriti tidak ada jawaban yang pasti, Namum mereka membenarkan bahwa ada petugas eksternal yang melakukan penarikan sepeda mo­tor itu,” ucapnya.

Tak puas dengan jawaban itu, Doddy Sastra kembali bertanya siapa yang dapat dihubungi untuk bertanya, Petugas ke­amanan/sekuriti memberi nomor seseorang bernama  Doni. Namun panggilan Doni ketika ditelpon meski ada nada sambung tapi  tak diangkat meski nomor tersebut aktif.

Kemudian Doddy Sastra mengirimkan pesan singkat melalui SMS dan untuk kemudian mencoba menghubunginya kembali, ternyata HP Doni tidak aktif lagi. Karena kecewa, akhirnya Doddy Sastra memilih melapor ke pihak kepolisian.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira yang diminta wartawan komen­tarnya melalui grup Wtats­­App (WA) Tim Media Polres Payakumbuh, terkait maraknya perampasan motor milik kosumen oleh debt collector dan konsumen telah melapor ke Polres Payakumbuh membenarkan adanya laporan tersebut. “Sudah ditanggani oleh Satreskrim Polres,” ujar  AKBP Alex Pra­wira menjawab singkat pertanyaan wartawan. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top