Menu

Layanan KIR Ditutup di Pasaman, Sopir Truk Barang di Pasaman Mengeluh

  Dibaca : 146 kali
Layanan KIR Ditutup di Pasaman, Sopir Truk Barang di Pasaman Mengeluh
Layanan KIR di UPT PKB Pasaman ditutup, sejumlah sopir truk angkutan barang mengeluh karena kendaraannya tak bisa KIR.Kamis (14/1/2021).

PASAMAN, METRO
Para sopir angkutan barang  dan orang di Kabupaten Pasaman mengeluhkan tidak beroperasinya layanan uji kelayakan kendaraan (KIR), di daerah itu. Kamis (14/1).

Salah satunya keluhan tersebut datang dari salah seorang Supir truk barang bernama Eri (40) warga Tapus Kecamatan Padang Gelugur Pasaman, ia mengaku terkejut dengan tidak beroperasinya layanan uji kelayakan kendaraan (KIR) di daerah tersebut.

Padahal kata dia dirinya sudah jauh-jauh datang ketempat tersebut untuk melakukan uji KIR kelayakan kendaraannya.

“Sudah dua jam menunggu petugas ternyata tidak lagi membuka layanan. Padahal kami sangat butuh sekali,” ungkap Eri dengan nada kecewa.

Padahal kata dia usai mendapatkan KIR tersebut seperti biasanya dirinya sudah bisa beraktifitas menjemput Barang Pelet Ikan ke daerah Medan, Sumatera Utara.

“Rute trayek barang saya biasanya dari Pasaman menuju Medan untuk menjemput Pelet Ikan. Tapi dengan tidak bisanya mengurus KIR di sini tentu ototmatis kami tidak bisa beraktifitas seperti biasanya,” katanya.

Ia mengaku tidak tau apa yang akan terjadi dengan ekonomi keluarganya jika tidak bisa bekerja seperti biasa kalau terhalang dengan kadaluarsanya izin KIR kendaraannya tersebut.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini kondisi ekonomi makin sulit ditambah lagi tidak bisa jalan bagaimana kami mau menafkahi keluarga padahal ini satu-satunya sumber mata pencaharian kami,” katanya.

Pihak UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) setempat kata dia hanya bisa menerbitkan rekomendasi untuk pengurusan KIR ke daerah pilihan Kota Payakumbuh atau Padang Panjang.

“Jelas akan memakan biaya besar jika truk Fuso ini mesti uji KIR dan dibawa ke Kota Payakumbuh atau Padang Panjang. Minimal biaya di jalan saja bisa memakan operasional Rp1 juta,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ucok, salah seorang supir Family angkutan orang yang juga terlanjur antri di KIR UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Pasaman sangat menyayangkan kondisi tersebut.

“Kami para supir mengaku sangat kecewa dengan kondisi ini. Sebab, hanya disini mata pencaharian kami. Jika tidak diurus KIR ini nanti bisa bermasalah juga saat beraktifitas,” katanya.

Pihaknya berharap masalah tersebut bisa sesegera mungkin diatasi oleh pemerintah daerah setempat.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Pasaman, Afridansyah melalui Kepala UPT PKB, Asadi mengungkapkan layanan KIR tersebut terpaksa ditutup karena kekurangan alat Smart Card sesuai perintah Kemenhub.

“Sesuai edaran Kemenhub bagi uji KIR yang tidak memiliki alat Smart Card untuk penerbitan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) tidak dibolehlan memberikan layanan per 1 Januari 2021. Kita memang belum memiliki alat tersebut. Makanya terpaksa ditutup layanan sampai kita punya alat tersebut,” kata Asadi. (mir)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional