Menu

Launching Proyek Echo Green, Peran Perempuan Tani makin Berkurang

  Dibaca : 128 kali
Launching Proyek Echo Green, Peran Perempuan Tani makin Berkurang
Launching proyek Echo Green secara Nasional melaui aplikasi zoom meeting

PDG.PARIAMAN, METRO
Yayasan Penabulu bersama konsorsium, launching proyek Echo Green secara Nasional melaui aplikasi zoom meeting. Melihat potensi negara Indonesia yang memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam melimpah dan kompetitif, terutama dalam komoditas pertanian. Ditambah lagi dengan posisi yang berada dalam kawasan khatulistiwa, dengan sinar matahari yang ideal sepanjang tahun. Kondisi ini yang sangat strategis ini, telah disikapi oleh Pemerintah Indonesia secara serius dengan menerbitkan Undang-Undang no. 6 tahun 2014 tentang Desa.

Direktur Eksekutif Penabulu Eko Komara mengatakan bahwa tujuan pembangunan desa antara lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Namun pada kenyataan malah sebaliknya, peran perempuan petani di sektor pertanian semakin hari semakin berkurang. Sektor ini juga ditinggalkan oleh para generasi muda desa, karena dianggap tidak mampu memberikan penghidupan yang layak di kemudian hari.

Dengan latar belakang yang demikian, Yayasan Penabulu bersama Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KpSHK) dan Konsil LSM Indonesia serta didukung oleh ICCO Cooperation, mengembangkan aksi Promosi Inisiasi Ekonomi Hijau Oleh Petani Perempuan dan Generasi Muda dalam Sektor Pertanian Berkelanjutan di Indonesia (Echo Green).

Kemarin, dilakukan Launcing Echo Green yang bertempat di Agriculture War Room Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta. Pertemuan yang dilakukan secara hybrid itu, untuk tatap muka secara nasional dengan kabupaten akan terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

Rangkaian acara Launching proyek Echo Green, ditandai dengan pemukulan gong dan sirine yang dilanjutkan dengan penandatanganan secara simbolis oleh perwakilan dari Kementrian. Acara diawali dengan pemutaran video dan dilanjutkan penyampaian laporan pelaksanaan proyek oleh Eko Kurniawan Komara Direktur Eksekutif Yayasan Penabulu dan sambutan selamat datang oleh Kelompok Wanita Tani. Kemudian Hans Farnhammer selaku Kepala Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Diakhir pertemuan dilakukan konferensi pers secara virtual, terkait proyek Echo Green yang diikuti oleh media nasional dan media lokal. Bertindak sebagai pemandu dan moderator dalam tanya jawab, Novianti Manurung dari Uni Eropa dan Misran Lubis Direktur Konsil LSM Indonesia serta Dida Suwarida selaku National Project Manager (NPM) ECHO Green.

Menurut Direktur Eksekutif Penabulu Eko Komara, pada tahap inisiasi proyek, Echo Green telah melakukan sosialisasi di tingkat nasional dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan dari Kementerian terkait dalam pelaksanaan proyek, serta untuk menyebarluaskan gambaran tentang strategi proyek. Sementara itu pada tingkat lokal, Sosialisasi dan penyebarluasan strategi proyek telah dilakukan di masing-masing kabupaten dan kecamatan lokasi proyek Echo Green.

Eko Komara menjelaskan, bahwa proyek yang dibiayai oleh Uni Eropa Delegasi Indonesia dan Brunei Darussalam ini, telah dimulai pelaksananya sejak bulan Januari 2020 dan diharapkan tuntas bulan Desember 2022.

Tujuannya adalah, untuk mendorong inisiatif ekonomi hijau oleh petani perempuan dan generasi muda di sektor pertanian berkelanjutan. Dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, peluang kerja yang layak, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif menuju pencapaian SDG2, SDG5, dan SDG8 di Indonesia.

“Aksi Proyek ini akan fokus pada upaya untuk meningkatkan kolaborasi antara Pemerintah dengan OMS dan sektor swasta, untuk secara efektif memperkuat keterlibatan petani perempuan dan generasi muda,” ujarnya.

Terutama, dalam perencanaan tata ruang dan penggunaan lahan desa, sehingga petani perempuan dan generasi muda memperoleh posisi dan peran yang lebih baik dalam rantai nilai pertanian. Kemudian dalam praktik pertanian yang berkelanjutan, sehingga terjadi peningkatan mata pencaharian dan pendapatannya,” ujar Eko mengakhiri.

Sasaran proyek ini berada pada tiga daerah yakni, Kabupaten Padangpariaman Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Sasaran lokasi untuk Kabupaten Padangpariaman adalah sebanyak 25 desa/nagari, yang tersebar di Kecamatan Batang Anai, Lubuk Alung dan Ulakan Tapakis.

“Semua camat dan wali nagari daerah sasaran, mengikuti acara launching ini secara virtual melalui aplikasi zoom meeting,”harapnya.

Di dalam kerangka ini, Pemerintah desa/nagari memiliki kewenangan dan hak otonomi untuk menyusun rencana tata ruang dan tata guna lahan desa yang terintegrasi. Kegiatan ini dilakukan melalui proses partisipatif, dengan memastikan keterlibatan efektif perempuan dan kelompok generasi muda serta kelompok marjinal (tidak berdaya) secara ekonomi lainnya.

Kepastian alokasi peruntukan lahan pertanian desa sebagai aset lahan desa bagi perempuan dan generasi muda kelompok tani, akan menjadi langkah awal pengembangan inisiatif ekonomi hijau pada sektor pertanian di Echo Green. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional