Menu

Larangan Baralek Akan Ditinjau Ulang

  Dibaca : 174 kali
Larangan Baralek Akan Ditinjau Ulang
Arfian

AIAPACAH, METRO
Pemko akan meninjau ulang kembali Surat Edaran Wali Kota Padang terkait larangan pesta perkawinan mulai 9 November 2020. Rencana tersebut menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh Asosiasi Jasa Pesta (AJP) Kota Padang kepada Pemko Padang beberapa waktu lalu.

Selain itu juga melihat perkembangan saat ini, dimana Kota Padang sudah keluar dari zona merah dan kini masuk zona orange. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang, Arfian mengatakan, sebelumnya pengurus AJP Padang menyampaikan aspirasi dan keberatannya terhadap SE Wali Kota terkait larangan pesta perkawinan.

Kemudian aspirasi AJP tersebut terang Arfian, telah disampaikan kepada Plt Wali Kota Padang. Dan Pemko Padang akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan melakukan pertemuan kembali dengan AJP dan asosiasi lainnya.

“Pertemuan itu rencananya kita laksanakan pada 9 November 2020,” sebut Arfian, Selasa (3/11).

Jadi ungkap Arfian, keputusan terkait SE Wali Kota tersebut akan diputuskan pada saat pertemuan tersebut. “Direvisi atau tetap diterapkan, nanti diputuskan pada tanggal 9 November 2020 itu,” ujar Arfian.

Sebelumnya, Pemko Padang kembali melarang masyarakat untuk melaksanakan pesta pernikahan (baralek), baik di gedung, convention center ataupun di rumah. Aturan ini mulai berlaku pada 9 November 2020 mendatang. Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan pesta perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA), rumah ibadah, atau di rumah. Yaitu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Larangan pesta pernikahan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha. Surat edaran itu ditandatangani Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa.

Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, larangan mengadakan pesta perkawinan tersebut mengingat semakin tingginya kasus penyebaran Covid-19 di Kota Padang. Bagi masyarakat yang melanggar terang Hendri, maka aparat terkait akan membubarkan dan dikenai sanksi sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Hendri mengungkapkan bahwa, dengan keluarnya SE Wali Kota tersebut maka Surat Edaran Wali Kota No. 870.392/BPBD-Pdg/VI/2020 tanggal 12 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Pesta Perkawinan Dalam Masa Pola Hidup Baru resmi dicabut. “SE Wali Kota ini akan ditinjau ulang kembali bilamana kasus Covid-19 sudah menurun atau dapat dikendalikan oleh Pemko Padang,” sebut Hendri.

Dalam surat edaran Nomor 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha tersebut, ada enam poin yang disampaikan. Yaitu, melarang mengadakan pesta pernikahan baik di gedung, convention centre, dan di rumah terhitung sejak 9 November 2020. Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di KUA, rumah ibadah, atau di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Poin kedua yaitu bagi masyarakat yang melanggar ketentuan poin satu akan dibubarkan dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturaan perundang-undangan.

Poin ketiga ialah, bagi pelaku usaha, khususnya kafe/restoran/rumah makan/karaoke/bar, diperbolehkan beraktivitas dengan ketentuan jumah kursi/tempat duduk 50 persen dari kapasitas ruangan. Kemudian membuat pembatas/jarak antara kursi atau tempat duduk dengan tetap melakukan protokol kesehatan dan mengutamakan layanan bawa pulang.

Poin keempat yaitu, bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi berupa teguran tertulis. Selanjutnya, denda administratif paling sedikit Rp 1,5 juta dan paling banyak Rp 2,5 juta.

Poin kelima, mencabut Surat Edaran Wali Kota Nomor 870.392/BPBD-Pdg/VI/2020 tanggal 12 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Pesta Perkawinan Dalam Masa Pola Hidup Baru resmi dicabut. Poin terakhir, dalam hal penyebaran Covid-19 sudah menurun atau dapat dikendalikan, maka Pemko Padang akan meninjau surat edaran ini. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional