Close

Lapor Kelahiran dan Kematian, Sipakem jadi Andalan

PENCATATAN DATA— Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Padangpariaman Muhammad Fadlysaat melakukan pencatatan data. (efa nurza/posmetro)

PDG.PARIAMAN, METRO – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman Muhammad Fadly menyatakan dinasnya sekarang telah membuat program sistem pelaporan kelahiran dan kematian (Sipakem ).”Program aplikasi tersebut kita luncurkan untuk memberikan pelayanan prima kepada semua masyarakat, sehingga meningkat pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman Muhammad Fadly, kemarin.

Aplikasi Sipakem sangat berguna untuk peningkatan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian di Kabupaten Padangpariaman yang dikembangkan dan di uji cobakan pada tahun 2018.

Makanya, pada tahun 2019, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemenkes Republik Indonesia (Puslitbang RI) memberikan kesempatan bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman untuk melakukan ekspos Sipakem.

”Ekspos kita tentang sipakem ini dilengkapi dengan penyebab kematian pada pencatatan kematian. Sehingga terujutlah aplikasi sipakem sampai sekarang didnasnya untuk peningkatan pelayanan publik,” ungkapnya

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman telah dijadikan sebagai salah satu pilot project untuk penguatan sistem pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian sebagai bagian dari Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) bersama Kota Makasar dan Kabupaten Kudus.

Sebelumnya, dari tindak lanjut program aplikasi tersebut Dede Anwar Musadad, bersama rombongan telah melakukan kunjungan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padangpariaman.

Saat itu, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni melakukan ekspos tentang pelaporan kelahiran dan kematian yang dilanjutkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten padang pariaman tentang ekspos teknis terkait pelaporan kelahiran dan kematian kematian.

“Dengan adanya sistim ini diharapkan kedepannya pencatatan kelahiran dimulai dari kehamilan dan kematian dilengkapi dengan penyebab kematian yg detail, sesuai dengan standar internasional,” ujarnya.

Jika project tersebut berhasil, diharapkan dapat menjadi acuan untuk di replika oleh daerah lainnya dalam pencatatan kelahiran dan kematian yang terintegrasi.

Proses pelaporan kelahiran dan kematian tersebut melibatkan bidan-bidan, tenaga medis, puskemas dan rumah sakit yang dalam pelaksanaannya menggunakan aplikasi berbasis android yang nantinya didukung oleh aturan-aturan pelaksanaan tentang pelaporan tersebut.

”Kita harapkan semua instansi yang memanfaatkan aplikasi ini untuk mulai mempersiapkan diri melakukan aktivitas yang mendukung smartcity Kabupaten Padangpariaman,” tandasnya. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top