Menu

Lapas Kelas II B Gelar Operasi Hunian, 12 HP dan Sajam Ditemukan

  Dibaca : 71 kali
Lapas Kelas II B Gelar Operasi Hunian, 12 HP dan Sajam Ditemukan
BARANG TEMUAN—Kepala Rutan Lubuk Sikaping Novrizal bersama anggota Polres Pasaman saat memperlihatkan barang bukti benda terlarang hasil sitaan dari warga binaan.

PARIAMAN, METRO
Lembaga Pamasyarakatan (Lapas) Kelas llB Pariaman menggelar operasi pengeledahan hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lapas tersebut, Selasa (6/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Plh Kalapas Kelas IIB Pariaman Karto Rahardjo mengatakan, di samping kegiatan rutin yang dilakukan setiap minggu, penggeledahan juga termasuk dalam rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021.

Ia menyampaikan, dalam rangka hari bakti pemasyarakatan ke 57 tersebut sesuai dengan arahan dari Dirjenpas. Pasalnya, pada tanggal 5 dan 6 April seluruh lapas melakukan penggeledahan secara serentak di seluruh Indonesia.

Dikatakannya, dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti yang tidak sepantasnya dimiliki oleh narapidana atau barang terlarang berupa 12 unit Handphone beserta beberapa cas dan sejumlah senjata tajam (sajam) serta barang terlarang lainnya.

Kalapas Karto juga menambahakan, barang bukti dari hasil penggeledahan sudah dicatat sebagai bukti laporan dan langsung dimusnahkan. “Penggeledahan ini rutin kami lakukan, setiap minggu. Hal ini merupakan langkah deteksi dini keamanan dan ketertiban Lapas,” ujarnya.

Kamar Tersedia 22 Unit Dihuni113 Orang
Sementara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, menemukan sejumlah benda terlarang di dalam kamar narapidana saat razia yang digelar pada Selasa (6/4) malam.

Kepala Rutan Lubuk Sikaping Novrizal saat dihubungi mengungkapkan benda terlarang yang ditemukan tersebut antara lain pisau cutter, gelas, sendok, piring, ikat pinggang, tali, gantungan baju, paku dan alat cukur kumis.

Selain itu para narapidana atau warga binaan tidak boleh membawa ponsel ke dalam Lapas Kelas IIB Lubuk Sikaping. Jumlah Narapidana di rutan tersebut kata dia sebanyak 113 orang. Namun, fasilitas kamar hanya 22 kamar.

Kegiatan yang digelar bersama Polres Pasaman itu dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke – 57 serta menindaklanjuti surat dari Direktur Keamanan dan Ketertiban tentang razia serentak dan penggeledahan blok hunian di Lembaga Pemasyarakatan.

Ia mengatakan selama pengeledahan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Selama COVID-19 tidak ada jam besuk bagi pihak keluarga Narapidana, pihak keluarga hanya barang titipan dan itupun harus diperiksa secara ketat. Pihak Lapas juga telah menyediakan warung telepon pemasyarakatan bagi narapidana untuk menghubungi pihak keluarganya masing-masing, jika ada keperluan. ”Setelah Tim melakukan razia dan penggeledahan, semuanya aman dan terkendali tidak gangguan sama sekali,” jelas Novrizal. (ozi/mir)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional