Close

Lapak PKL di Ahmad Yani Dibongkar

DIBONGKAR— Praja wanita Satpol PP Padang membongkar lapak-lapak dan tenda milik PKL di Jalan A Yani, Rabu (11/5). Lapak milik pedagang tersebut terpaksa dibongkar, karena didirikan di atas trotoar dan sengaja ditinggal usai berjualan pada malam hari.

TAN MALAKA METRO–Praja wanita Satpol PP Padang mem­bongkar lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan A Yani, Rabu (11/5). Lapak milik pedagang tersebut terpaksa dibongkar, karena didirikan di atas trotoar dan sengaja ditinggal usai berjualan pada malam hari.

Kepada pemilik lapak, srikandi Pol PP menjelaskan bahwa tidak dibenarkan mendirikan lapak atau tenda memakai badan ja­lan maupun trotoar. Ke depan jika masih ditemukan tentu akan dibawa ke Mako Satpol PP sebagai barang bukti, karena telah melanggar aturan yang berlaku di Kota Padang,” ungkap Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Padang, Edrian Edward.

Ia menjelaskan, Satpol PP berupaya untuk menjaga dan mencipta ketertiban di Kota Padang. Setiap hari personelnya dikerahkan melakukan pengawasan di sejumlah lokasi. Hal ini guna untuk memastikan tidak ada pelanggaran tentang ketertiban dan ketentraman masyarakat terutama PKL yang menempati fasilitas umum.

“Personel Satpol PP dikerahkan setiap hari guna melakukan pengawasan di trotoar dan sejumlah lokasi di Kota Padang,” jelasnya.

Siagakan Personel

Di sisi lain, untuk memastikan kawasan Pantai Padang bebas dari PKL, Satpol PP siagakan 80 personel. Hal ini untuk mencegah PKL kembali berjualan di tempat yang dilarang.

Kegiatan ini dimulai Rabu (11/5). Edrian Edward menjelaskan, perlu upaya serius dalam mensterilkan para PKL di sepanjang Pantai Padang khususnya dari Simpang Masjid Al Hakim hingga ke Pantai Cimpago, Kecamatan Pa­dang Barat.

Diketahui, Satpol PP telah melaksanakan penertiban sepanjang Pantai Pa­dang belakangan ini. Oleh karena itu pasca penertiban ini perlu dilakukan pengawasan secara kontiniu, sehingga tidak ada lagi trotoar arah ke bibir pantai digunakan untuk berjualan oleh masyarakat. Karena memang Pemerintahan Kota Padang lagi berupaya untuk lokasi pantai Padang menjadikan Kawasan Wi­sata Terpadu (KWT) yang indah serta tertib.

“Sebantak 80 personel tersebut dibagi untuk beberapa titik guna melakukan pengawasan serta pro­teksi agar tidak ada lagi PKL berjualan di lokasi yang yang telah disterilkan,” jelasnya.

Ia mengatakan, tetap upayakan tindakan preventif secara humanis kepada masyarakat yang melanggar. Tetap anggotanya me­nga­jak masyarakat untuk saling mendukung aturan, sehingga kondisi Pantai Padang yang tertib bisa meningkatkan minat orang untuk datang ke Pantai Padang.

“Saya imbau personel agar tetap humanis kepada PKL dalam melakukan tindakan. Karena ma­sya­rakat tersebut adalah saha­bat dan saudara kita,” im­ba­unya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top