Menu

Lanjutan Jalan Pondok Kapur–Muaro Kalaban, Diusulkan Anggaran ke Pusat sebesar Rp 49 Miliar

  Dibaca : 373 kali
Lanjutan Jalan Pondok Kapur–Muaro Kalaban, Diusulkan Anggaran ke Pusat sebesar Rp 49 Miliar
Ilustrasi

SAWAHLUNTO, METRO
Pemko Sawahlunto melalui Dinas Pekerjaam Umum (PU) Kota Sawahlunto kembali merencanakan lanjutan pekerjaan pembangunan jalan Pondok Kapur – Muaro Kalaban pada tahun anggaran 2021.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto Maizir mengatakan, telah mengajukan usulan anggaran ke pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Penugasan sebesar Rp 46 miliar.

Usulan biaya tersebut dikatakan Maizir sudah di angka maksimal, namun belum diketahui berapa jumlah dana yang nantinya akan disetujui oleh Kementerian Bapenas. “Kita mengajukan proposal, usulan pembiayaanya melalui DAK Penugasan, bukan DAK Reguler yang biasa di Kementerian PUPR, tapi melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional,” ujar Maizir, Selasa kemarin.

DAK Fisik Penugasan, diarahkan untuk mendukung pencapaian prioritas nasional yang menjadi kewenangan daerah dengan lingkup kegiatan spesifik dan lokasi prioritas tertentu. Petunjuk teknis penggunaan anggaran DAK Penugasan nantinya diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Maizir mengatakan, Kota Sawahlunto sudah menjadi bagian dari kawasan Geopark Nasional dan juga sedang digagas menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) setelah Kota Sawahlunto menjadi Kota Warisan Dunia UNESCO.

Oleh sebab itu, kata Maizir, Pemko dapat mengajukan usulan pembiayaan melalui DAK Fisik Penugasan.Dikatakan Maizir, lanjutan pembangunan Jalan Pondok Kapur – Muaro Kalaban tersebut akan dibangun sepanjang 1,4 kilometer. Belanja Jasa Konsultan Review Pembukaan Jalan Pondok Kapur – Muaro Kalaban juga sudah selesai di lelang senilai Rp 244 juta di Bagian Unit Lelang, Setdako Sawahlunto.

Diketahui, proses pembebasan lahan antara pemerintah Kota Sawahlunto dengan pemilik waris atau ulayat juga telah disepakati untuk melanjutkan pembangunan jalan itu yang telah terhenti sejak akhir masa pemerintahan Walikota Amran Nur. (* /cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional