Menu

Langkah Pemenang Pileg di Pilgub 2020, Gerindra, antara Andre dan Nasrul Abit

  Dibaca : 204 kali
Langkah Pemenang Pileg di Pilgub 2020, Gerindra, antara Andre dan Nasrul Abit
Nasrul Abit - Andre Rosiade

LIMAUMANIS, METRO – Sebagai pemenang Pemilu di Sumbar, gerakan Partai Gerindra menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) sangat dinanti-nanti. Apalagi, Gerindra menjadi parpol satu-satunya yang bisa mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi. Partai berlambang kepala garuda itu memiliki 14 kursi di DPRD Sumbar, dari 13 syarat minimal. Siapa yang akan diusung pun menarik untuk dilirik.

Dosen Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand) Ilham Adelano Azre, Kamis (12/6) menilai, Gerindra tidak akan gegabah dalam menentukan calon. Meski punya kursi lengkap, partai besutan Prabowo Subianto itu tetap akan memikirkan pasangan partai koalisi. Karena, untuk maju sendiri, tentu butuh energi dan ”modal” besar.

“Kalau kita melihat siapa yang akan dimajukan di Gerindra, sebenarnya sudah mulai tampak. Yang mencolok itu ada dua, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang juga ketua DPD Gerindra Sumbar dan Andre Rosiade, anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 terpilih 2019-2024,” kata peneliti Spektrum Politika Institute ini.

Menurut Azre, berkaca dari hasil Pileg lalu, Partai Gerindra bisa mencalonkan Cagub-Cawagub tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Tentu saja ini menjadi nilai plus bagi Gerindra dalam mengajukan pasangan calon. Tentu keleluasan dalam menentukan calon yang akan diusung adalah nilai plus dari sebuah partai politik.

“Keberhasilan Partai Gerindra dalam mendapatkan capaian kursi ini tentu tidak murni karena kecanggihan atau bagusnya mesin partai saja. Faktor Capres Prabowo Subianto juga menjadi faktor dominan dalam meraih kursi tersebut. Menarik memang, menghitung-hitung siapa yang akan dimajukan dalam Pilgub tahun depan,” sebut Ketua Senat FISIP Unand ini.

Bicara soal Nasrul Abit yang akrab disapa NA ini, kata Azre, sebagai ketua DPD Partai Gerindra Sumbar tentu punya posisi yang sedikit di atas angin dalam kondisi hari ini.

”NA membina karir politik dari wakil Bupati Pessel mendampingi Darizal Basir. Sempat dua periode menjadi Bupati Pessel, sampai menjadi Wagub Sumbar mendampingi Gubernur Irwan Prayitno sekarang. Hal itu menjadi poin utama Pak NA. Tentu beliau sudah mengakar kuat dalam membentuk jaringan politik di bawah,” katanya.

Namun, NA tidak sendiri. Ada nama besar lain yang bisa dimunculkan Gerindra sebagai calon Gubernur 2020. Dia adalah, Andre Rosiade yang memiliki suara signifikan jumlahnya dalam Pileg 2019 lalu, mencapai 133 ribu suara di Sumbar 1. Sehingga Gerindra bisa mendapat dua kursi di Dapil satu juga harus diperhitungkan dalam kontestasi Pilgub.

”Popularitas dan elektabilitas yang tinggi dari Andre Rosiade tentu juga menjadi pertimbangan oleh DPP Gerindra. Andre meraih suara yang signifikan, sering tampil di media nasional, tentu saja akan berpengaruh terhadap pemilih Sumbar yang sangat loyal kepada Prabowo,” kata Azre.

Azre juga menilai karakteristik Partai Gerindra yang agak “sentralistik” pengelolaan partainya.

“Dan seorang Andre Rosiade punya faktor X tentang kedekatan dengan DPP ini. Dia Wasekjen DPP Gerindra yang juga juru bicara BPN Prabowo-Sandi. Tentu dalam mengusung calon ini, Gerindra punya kalkulasi apakah mengusung calon sendiri atau melanjutkan tradisi berkoalisi dengan PKS,” katanya.

Diketahui, PKS saat ini menjagokan Wako Padang Mahyeldi dan Wako Payakumbuh Riza Falepi. Jika berkoalisi dengan PKS, sebutnya, tentu calon yang akan dirangkul adalah Riza Falepi.

”Terlepas dari calon Gubernurnya Andre atau NA, tentu tidak mungkin menjadikan Mahyeldi sebagai wakil Gubernur. Namun sekarang belum waktunya memasang-masangkan calon. Partai politik belum menentukan siapa calon yang akan mereka jagokan,” katanya.

Sementara Andre Rosiade dan Nasrul Abit seperti bersepakat belum mau berbicara soal siapa yang akan dimajukan dalam Pilgub 2020. NA dan Andre menyebut, masih ingin menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai anggota DPR RI dan Wakil Gubernur.

”Sebagai kader, tentu saya siap ditugaskan apa saja oleh partai. Tidak boleh meminta-minta jabatan,” kata Andre. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional