Menu

Langit Jakarta Mulai Tertutup Kabut Asap

  Dibaca : 1362 kali
Langit Jakarta Mulai Tertutup Kabut Asap
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy menjalin silahturahmi dengan Ketua Kelompok Tani Idola Satu, Arman Zebua, di daerah Jorong Simpang Tigo Nagari Ranah Pantai Cermin Kecamatan Sangir Batanghari Kabupaten Solok Selatan.
sejak kabut asap melanda sumatera barat sejak sebulan yang lalu, kamis pagi kabut asap dikota bengkoang ini sudah berada dilevel sangat berbahaya, menurut kepala BMKG sumbar

Kabut asap di Kota Padang, per Minggu (24/10) sudah mencapai jarak pandang 200 meter.

JAKARTA, METRO–Sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan telah menyebar luas. Sebaran asap sangat tergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada Minggu (25/10) pukul 08.30 WIB lebih dari tiga per empat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal, termasuk ibu kota Jakarta.

“Hanya Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, NTT, Sulut, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu siang.

Menurutnya, asap tebal masih mengepung beberapa daerah. Pada pukul 09.00 WIB, jarak pandang di Padang 200 m berasap, Pekanbaru 1.000 m berasap, Jambi 900 m berasap, Palembang 200 m berasap, Pontianak 800 m berasap, Ketapang 200 m berasap, Palangkaraya 100 m berasap, dan Banjarmasin 400 m berasap.

Pasokan asap dari hotspot juga masih besar. Hotspot pantauan satelit Terra & Aqua pada Minggu pagi ada 1.187 hotpsot. Kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 570 berbahaya, Jambi 518 Berbahaya, Palembang 325 Sangat Tidak Sehat, Pontianak 169 Tidak Sehat, Banjarbaru 73 Sedang, Samarinda 147 Sedang, dan Palangkaraya 1.511 Berbahaya. “Hampir dua bulan lamanya warga di Riau, Jambi dan Palangkaraya terkepung asap level Berbahaya,” sebutnya.

Sesungguhnya, katanya, asap tipis di menutup langit Jakarta sudah berlangsung sejak Jumat (23/10) hingga sekarang. Partikel halus dari asap tipis ini melayang di atmosfer pada ketinggian sekitar 1.000-3.000 meter. Pada pagi hari kelihatan lebih tebal karena bercampur dengan kabut atau uap air.

“Masyarakat tidak ada yang perlu khawatir dengan adanya sebaran asap tipis. Sifatnya temporer, yang mudah berubah setiap saat tergantung pada arah dan kecepatan angin. Kualitas udara di Jakarta saat ini masih normal hingga sedang. Justru asap kendaraan bermotor yang lebih berbahaya bagi kesehatan,” sebutnya. (adm)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional