Menu

Langgar Prokes, Pesta Baralek Dibubarkan

  Dibaca : 98 kali
Langgar Prokes, Pesta Baralek Dibubarkan
BUBARKAN ACARA BARALEK— Melanggar protokoler kesehatan Covid -19 acara baralek salah seorang warga di Lubuk Basung dibubarkan Tim gabungan Perda AKB Agam.

AGAM, METRO
Masih ada masyarakat tidak tidak patuh protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam sudah gencar melakukan imbauan serta sosialisasi tentang aturan untuk meniadakan acara pesta perkawinan atau kenduri namun masih ada yang membandel. Akibat ketidakpatuhan tersebut Tim Gabungan (Timgab) yang trrdiri dari jajaran kepolisian Polres Agam Satpol PP terpaksa membubarkan acara pernikahan salah seorang masyarakat di Kecamatan Lubuk  Basung, Sabtu (10/10).

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan melalui Kapolsek Lubuk Basung, Iptu Jhon Hendriks membenarkan, pembubaran acara pernikahan atau kenduri di rumah salah seorang warga di Lubuk Basung. Kemudian pembubaran ini sesuai instruksi Kapolres, karena untuk acara pernikahan atau kenduri saat ini belum dibenarkan,kalau membandel maka kapolres dengan tegas membubarkanya. Di samping itu pembubaran acara pesta pernikahan atau kenduri ini berlaku untuk siapa saja,tidak ada yang di istimewahakan, maka kalau ada yang melanggar siap-siap saja di bubarkan,baik itu pesta anggota kepolisian sendiri bahkan pejabat kekaligus tegasnya.

“Kita tahu bahwa acara pernikahan maupun kenduri salah satu upaya pengumpulan orang-orang, sehingga bakal menjadi cluster baru nantinya. Apalagi para tamu tidak tahu datangnya dari mana dan bagaimana kondisinya bebernya.

Contohnya, saja ketika tamu yang datang itu orang dari luar daerah, namun petugas tidak tahu bahwa dia itu reaktif, namun ikut serta dalam tamu undangan tersebut apakah ini tidak akan menambah cluster baru nantinya Makanya Kapolres dengan tegas-tegas bersama Tim Gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Agam,Kasat Intel dan Kasat Reskrim dan Sat Pol PP membubarkan acara pesta pernikahan tersebut.

Disamping itu lanjut Jhon Hendriks Agam saat sekarang ini zona merah, kalau masyarakat tidak patuh pada protokol kesehatan,maka bisa dibayangkan bagaimana kondisi kabupaten Agam selanjutnya.Jangan memikirkan kepentingan sendiri,namun mengorbankan orang banyak tegasnya lagi.

Apalagi, ujar Iptu Jhon Henriks, penyelenggara resepsi pernikahan notabene orang kesehatan tentu ia merupakan garda terdepan,nanum dia juga yang memberikan contoh yang tidak baik. Pihaknya menilai, jika tidak dibubarkan, akan menjadi pemantik bagi masyarakat umum.(Pilih-pilih). “Kita khawatir, ini menjadi trigger, apalagi yang melanggarnya notabene orang yang paham kesehatan,jadi dengan ini kapolres dengan tegas-tegas bubarkan,tidak ada padang bulu baik itu siapapun,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau warga untuk tetap mematuhi protokoler kesehatan Covid-19 dengan menerapkan 4 M berupa memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian. “Ini harus dilakukan agar tidak terjadi penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Agam, khususnya di Lubuk Basung,” kata Jhon.

Sementara, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Agam, Martiaswanto Dt. Maruhun mengatakan, aturan tentang peniadaan pesta pernikahan sudah dikeluarkan jauh sebelum Kabupaten Agam ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. “Jika masih melaksanakan pesta pernikahan, konsekuensinya ya dibubarkan. Kita tetap memperboleh prosesi akad nikah asalkan tetap sesuai aturan, namun pestanya tidak boleh,” jelas Martias.

Saat ini Pemkab Agam bersama Polres Agam dan pihak terkait lainnya, tengah melaksanakan sosialisasi Perda No.6 /2020, tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. “Insyaallah, sosialisasi susah kita laksanakan secara maksimal dan Perda AKB sudah bisa dijalankan senin besok, jika ada yang melanggar akan ada sangsi tegas,” ujarnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional