Menu

Langgar Prokes, 198.355 Orang Ditindak di Sumbar, Butuh Kesadaran Masyarakat untuk Lindungi Diri dari Covid-19

  Dibaca : 161 kali
Langgar Prokes, 198.355 Orang Ditindak di Sumbar, Butuh Kesadaran Masyarakat untuk Lindungi Diri dari Covid-19
RAZIA DI PUSAT KERAMAIAN— Tim gabungan Satpol PP Sumbar dan petugas lainnya melakukan razia protokol kesehatan di pusat keramaian. Meski kasus Covid-19 masih tinggi dan banyak korban, kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan masih rendah.

SUDIRMAN, METRO–Sebanyak 198.355 orang telah ditindak saksi dan teguran karena pe­lang­garan protokol kesehatan (prokes) terhadap pelak­sanaan peraturan daerah (Perda) Nomoe 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Ke­biasaan Baru.

“Ini menandakan ke­seriusan Pemprov Sumbar dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kabupaten kota se Sum­bar,” ungkap Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Ad­pim) Setdaprov Sum­bar, Hefdi, SH.MSi di sela-sela kesibukan kegiatan, Minggu (18/7).

Hefdi juga mene­rang­kan berdasarkan laporan Satpol PP Provinsi Sumbar, terhitung tanggal 1 Januari – 16 Juli 2021, dari 198.355 orang yang terjaring me­langgar prokes, sebanyak 196.266 orang disanksi so­sial, kemudian 2.129 orang denda administrasi (Rp.100 ribu perorang), selanjutnya pelaku usaha 2.389 unit dalam 578 penyeleng­ga­raan.  Daerah teguran ter­tulis dan denda didominasi Kota Padang sebanyak 456 orang, Kota Padang Pan­jang (575 orang) dan Kabu­paten Tanah Datar (575 tertinggi) teguran tertulis dan denda bagi pelaku usaha.

“Sementara sanksi kerj­a sosial tertinggi terdapat di enam daerah, yakni Pe­sisir Selatan sebanyak 35. 085 orang, Padang (25.168 orang), Kota Solok (18.752 orang), Bukittinggi (16.149 orang), Dhamasraya (13. 245 orang), Pasaman (13. 189 orang) dan Tanah Datar (11. 862 orang),” ungkapnya.

Hefdi juga mengatakan, Gubernur dan Wakil Gu­bernur Sumbar dalam setiap kegiatannya baik dalam kota maupun luar kota selalu memberikan sosialisasi dan meng­him­bau masyarakat untuk taat protokol kesehatan.

“Disiplin protokol ke­sehatan sangat penting dalam menghadapi tanta­ngan penyebaran wabah Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Butuh kesada­ran secara mandiri dari diri masyarakat untuk melin­dungi dirinya dari bahaya wabah Covid-19,” ajaknya.

Ia juga mengatakan untuk meningkatkan keta­hanan dan imun tubuh, saat ini sosialisasi dan gerakkan vaksinasi bagi masyarakat telah ber­kem­bang dengan dengan baik. Antusias masyarakat sa­ngat tinggi. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan vaksin dibanyak tempat.

“Saat ini stok vaksin di Sumbar sudah habis dan Dinas Kesehatan Sumbar sudah menyurati kemen­teriaan untuk pertam­ba­han jumlah vaksin. Surat sudah dikirim dengan per­mintaan sebanyak 50.000 vial setara 500.000 dosis vaksin kepada Menteri Kesehatan. Mu­dah-mu­dahan dalam waktu cepat ini akan direspon peme­rintah pusat,” harap Hefdi. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional