Menu

Lambaikan Tangan, Pelajar SMP Tewas Tenggelam Objek Wisata Pemandian Batang Tabik, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabu­paten Lima Puluh Kota

  Dibaca : 358 kali
Lambaikan Tangan, Pelajar SMP Tewas Tenggelam Objek Wisata Pemandian Batang Tabik, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabu­paten Lima Puluh Kota
DISEMAYAMKAN— Isak tangis orangtua, rekan, sahabat, korban tidak terbendung ketika melihat jasad Rahmad Fauzi yang tewas tenggelam di Pemandian Batang Tabik setelah tiba di rumah duka.

PAYAKUMBUH, METRO–Suasana objek wisata pemandian Batang Tabik, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabu­paten Lima Puluh Kota, seketika berubah dengan kepanikan, Jumat (28/5), sekitar pukul 17.30 WIB. Pasalnya, salah seorang pengunjung tenggelam.

Pengunjung lainnya yang mengetahui adanya kejadian itupun berusaha menolong korban ber­na­ma Rahmad Fauzi (14) d­e­ngan mengeluarkannya dari dalam kolam. Sa­yang­nya saat itu kondisi korban sudah kritis dan tidak sa­darkan diri sehingga lang­sung dibawa ke Puskesmas Batang Tabik untuk menda­patkan pertolongan medis.

Namun, karena kondi­sinya yang sudah semakin parah, korban yang me­rupakan siswa SMP Negeri 1 Payakumbuh ini selan­jutnya dirujuk ke RSUD Adnan WD Payakumbuh. Sempat diberikan perawa­tan di rumah sakit, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir hingga di­nyatakan meninggal dunia.

Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan PGRI Bunian, Kelu­rahan Parak Batuang, Bu­nian, Kecamatan Paya­kum­buh Barat, Kota Pa­yakumbuh, untuk disema­yamkan. Isak tangis orang­tua, rekan, sahabat, korban tidak terbendung saat Rah­mad Fauzi tiba di rumah duka sudah jadi mayat.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim AKP Akno Palindo, membenarkan ke­ja­dian dugaan tenggelang seorang pelajar SMP Ne­geri 1 Payakumbuh di objek wisata pemandian Batang Tabik. Nyawa korban tidak tertolong setelah sempat dibawa ke Puskesmas Ba­tang Tabik dan RSUD Ad­nan WD Payakumbuh.

“Kejadian berawal sa­at  korban bersama rekan-rekannya datang ke tem­pat pemandian sekitar pu­kul 15.00 WIB. Korban ber­sama beberapa orang te­mannya kemudian man­di-mandi beberapa jam. Sele­sai mandi, korban bersama temannya melanjutkan isti­rahat sembari makan mi instan di pinggir kolam,” kata AKP Akno Palindo.

AKP Akno Palindo me­nambahkan, setelah ma­kan mi, sebelum pulang korban malah kembali me­ngajak salah seorang te­mannya untuk kembali berenang. Namun teman­nya ini menolak karena sudah mau magrib. Korban pun langsung melompat ke dalam kolam, dan setelah beberapa saat korban di dalam air, temannya meli­hat korban  melambaikan tangan seperti meminta tolong.

“Melihat korban me­lam­baikan tangan sebagai isyarat minta pertolongan, temannya langsung  terjun ke dalam kolam untuk me­nolong korban. Akan tetapi temannya tidak mampu mengangkat tubuh korban. Temannya memberita­hu­kan kepada masyarakat se­kitar dan Langsung mem­berikan pertolongan de­ngan mengangkat korban dari dalam kolam,” ung­kapnya.

Setelah dibawa ke ping­gir kolam, temannya dan masyarakat menolong kor­ban dengan cara memom­pa dada korban dengan tujuan pertolongan perta­ma  pada korban, karena kondisi korban yang tidak bergerak lalu di bawa ke Puskesmas Batang tabit dengan mengunakan ambulance Nagari Sungai Ka­muyang.

“Sampai di Puskesmas Batang Tabik, dan pihak petigas medis yang meli­hat koondisi korban me­nya­rankan untuk dibawa ke RS Umum Adnan WD Paya­kumbuh. Setelah diba­wa ke RSUD Adnan WD Paya­kumbuh korban akhir­nya meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda keke­ra­san di­te­mukan di tubuh korban. Dan pihak kelurga dapat menerima kematian korban yang murni karena teng­gelam,” ucap Kasat. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional