Close

Lakukan Sosialisasi Desa Ramah Perempun dan Peduli Anak di Padangpariaman

ARAHAN—Kepala Dinas Sosial dan P3A Padangpariaman Suhatman berikan arahan.

Pemerintah Dae­rah Kabupaten Padangpariaman melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Din­sos P3A), kemarin, mengadakan sosialisasi lanjutan terkait Desa Ramah Perempuan dan Pe­duli Anak (DRPPA). Sebe­lumnya, pendampingan program DRPPA tersebut telah dilaksanakan pada 12 Juli 2022 lalu di Hall IKK Paritmalintang dengan melibatkan Pusat Riset Gender dan Pembangu­nan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Ma­sya­rakat (LP2M) Universitas Negeri Padang (UNP).

DRPPA merupakan mo­del desa yang dikem­bangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang dimulai dari tingkat desa.

Diketahui, melalui Ke­putusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 70 Tahun 2021, Kabupaten Padang Pariaman terpilih sebagai pilot project pe­nerapan DRPPA. Nagari yang terpilih tersebut a­dalah Nagari Pauh Kamba dan Nagari Toboh Ke­tek.

Kepala Dinas Sosial dan P3A Padangpariaman Suhatman mengatakan, penetapan tersebut berdasarkan kesiapan administrasi serta program-program yang sedang berjalan sehingga tidak membutuhkan banyak perbaikan dan pembinaan.

Sementara itu, sosia­lisasi ini difokuskan pada peningkatan kapasitas Tim program DRPPA yang terdiri dari camat, wali nagari, dan perangkat nagari di daerah terkait, sehingga dengan suksesnya program dan kebijakan tersebut dapat menjadi contoh bagi nagari lainnya di Ka­bupaten Padangpariaman. “Gagasan yang lahir melalui sosialisasi ini diharapkan dapat menghasilkan program-program yang jelas dan bermanfaat bagi kedua nagari yang ditetapkan sebagai pilot project,” ujar­nya.

Di kesempatan yang sama, Suhatman mengatakan, desa memiliki peranan yang penting dalam program DRPPA. Nagari harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya bagi perempuan dan anak, memenuhi hak atas perlindungan dari segala ben­tuk kekerasan dan diskriminasi serta tersedia sarana dan prasarana publik yang ramah bagi perempuan dan anak. “Hal ini merupakan salah satu upaya untuk me­n­dukung visi misi pemerintah daerah dalam mewujudkan Padangpariaman Berjaya. Nagari ramah perempuan dan peduli anak adalah harapan kita semua karena perempuan dan anak merupakan ujung tombak kebahagian,” ungkap Suha­t­man mengakhiri.(efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top