Menu

Lakukan Pemerkosaan hingga Korban Meninggal, Amiruddin Diganjar 20 Tahun Kurungan Penjara

  Dibaca : 655 kali
Lakukan Pemerkosaan hingga Korban Meninggal, Amiruddin Diganjar 20 Tahun Kurungan Penjara
Ilustrasi Pemerkosaan

PADANG, METRO
Amiruddin (55) yang menjadi terdakwa kasus pemerkosaan terhadap anak 12 tahun di Kecamatan Bungus hingga berujung meninggalnya korban berinisial TR dijatuhkan hukuman 20 tahun kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 81 ayat (2) dan ayat (5) Undang-undang Nomor 17 tahun 2016, sebagaimana dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang.

“Terdakwa dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun. Putusan itu dibacakan melalui sidang virtual pada Senin (8/6) lalu,” ungkap Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Padang Yarnes, didampingi JPU yang menangani perkara Irna, Rabu (10/6).

Sebelumnya, JPU Kejari Padang Irna menuntut terdakwa yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu hukuman yang sama dengan putusan majelis hakim yakni 20 tahun penjara. Terhadap putusan Majelis Hakim yang diketuai Suratni tersebut, JPU Kejari Padang serta penasihat hukum terdakwa menyatakan sikap menerima putusan.

Kasus ini adalah kasus pedofil yang dilakukan terdakwa Amiruddin (55) terhadap anak di bawah umur TR (12). Atas perbuatan bejatnya itu, Amiruddin sempat melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Agustus 2019 lalu.

Namun, Tim Opsnal Satreskrim Polresta Padang akhirnya meringkus pelaku di Sungaipenuh, Provinsi Jambi, Sabtu 30 November 2019. Amiruddin pun langsung menjalani pemeriksaan yang intensif di unit PPA Satreskrim Polresta Padang dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pemeriksaan tersebut pelaku mengaku sudah lebih dari dua kali melakukan pencabulan terhadap korban TR. Setelah melakukan pencabulan, pelaku kerap mengancam dan membujuk korban dengan memberikan sejumlah uang agar korban tidak malapor kepada orang tuanya.

Kasus ini sempat menarik perhatian publik karena mengakibatkan sang korban terkena kanker serviks stadium empat. Korban sempat menjalani perawatan medis di RSUP Dr M Djamil Padang, dan bahkan dirujuk ke salah satu rumah sakit kanker di Jakarta. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia di RSUP Dr M Djamil Padang, Senin 30 Desember 2019 lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya kasus yang menyorot perhatian publik ini juga disikapi oleh, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait meminta agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya.

“AR dapat diancam dengan pidana penjara 20 tahun dan atau hukuman seumur hidup,” ujar Arist Merdeka Sirait. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional