Menu

Laksanakan Gelar Pasukan dan Peralatan, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Faskel

  Dibaca : 229 kali
Laksanakan Gelar Pasukan dan Peralatan, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Faskel
MEMASTIKAN--PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya untuk tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

JAKARTA, METRO–PLN terus mendukung pemerintah dalam me­nangani Pandemi Covid-19. Di tengah peningkatan kasus positif yang terjadi di beberapa daerah, PLN be­ru­paya memastikan kean­dalan pasokan listrik, khu­susnya untuk tempat-tem­pat vital penanganan pa­sien Covid-19.

Total PLN menyia­gakan 11.821 personil yang terdiri dari pegawai dan mitra kerja di beberapa wilayah yang mengalami pening­katan kasus positif Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, dan Jawa Ti­mur.

“Kami komitmen men­dukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani Covid-19. Upaya penanganan ini harus dilakukan secara bersama-sama. Dan PLN siap menjaga keandalan listrik untuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan,” ucap Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali, Haryanto WS.

Di Jawa Barat, PLN me­nyia­gakan 4.236 petugas gabungan yang terdiri dari pegawai dan mitra kerja dan berbagai sarana pen­dukung berupa 700 Unit Kendaraan, 103 Buah Gen­set, 20 Buah UPS, 99 UGB dan 12 Unit Mobil Deteksi. PLN sudah melakukan pe­nge­cekan jaringan listrik di 27 Kabupaten/Kota teru­tama yang menyuplai pa­so­kan listrik untuk 17 wi­layah Jawa Barat.

“Pasca Gubernur Jabar menyatakan Bandung Ra­ya siaga 1 darurat Covid-19, kami langsung mela­kukan gelar pasukan dan peralatan untuk memas­tikan pasokan listrik, khu­susnya ke pusat kese­ha­tan, rumah sakit, dan sentra vaksinasi berjalan baik,” tutur Haryanto.

Di DKI Jakarta, PLN menyiagakan 2.356 petu­gas yang terdiri dari pega­wai dan mitra kerja untuk menjaga keandalan paso­kan listrik di lokasi penting penanggulangan Covid-19 tersebut. PLN juga me­nyiapkan 6 unit UPS (Unin­terruptible Power Supply), 4 Unit Kabel Bergerak (U­KB), 20 Unit Power Bank dengan total kapasitas 8.860 kilo Volt Ampere (kV­A), 17 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 4 unit mobil crane.

Wisma Atlet yang digu­nakan sebagai Rumah Sa­kit Darurat Covid-19 mem­punyai kapasitas daya 11.­080.­000 Volt Ampere (VA). Terdapat 3 gardu distribusi yang memasok 7 tower di sana. Listrik Wisma Atlet Kemayoran dipasok oleh 3 sumber dari gardu induk berbeda yang terdiri dari 1 suplai utama dan 2 suplai cadangan dengan kualitas listrik yang sama. Sistem kelistrikan di Wisma Atlet dilengkapi dengan Automatic Change Over (ACO) di sisi tegangan menengaj sebagai alat untuk memin­dahkan pasokan listrik dari suplai utama ke suplai ca­dangan apabila yang utama mengalami gang­guan.

Pemprov DKI Jakarta berencana menggunakan Wisma Atlet Tower 8 di Pademangan dan Rusun Nagrak sebagai tempat cadangan mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Jakarta.

Wisma Atlet Tower 8 Pademangan mempunyai daya listrik 4.845.000 VA yang dipasok oleh 1 sumber utama dan 2 sumber cada­ngan. Sistem kelistrikan ke lokasi tersebut juga di­lengkapi dengan ACO sa­ma halnya dengan Wisma Atlet Kemayoran. Sedang­kan Rusun Nagrak di Cilin­cing memiliki total daya listrik 7.195.000 VA dan dilayani dengan 3 gardu distribusi untuk 14 tower. Sistem kelistrikan di lokasi tersebut mempunyai 2 sum­ber listrik yang terdiri dari sumber utama dan cada­ngan.

“Secara sistem kelis­trikan Wisma Atlet Pa­demangan dan Rusun Na­grak sudah siap dan pe­tugas kami juga siap me­layani 24 jam,” kata Ha­ryanto.

Tidak hanya di Jawa Barat dan DKI Jakarta, di Jawa Tengah dan D.I. Yogy­akarta PLN juga menyia­gakan 3.560 petugas yang terdiri dari pegawai dan mitra kerja, 377 kendaraan roda empat, 35 mobil PDKB, 4 unit UPS, 119 unit trafo mobile, dan 116 genset untuk memastikan listrik di lokasi-lokasi vital pe­na­nganan Covid-19 tetap ter­jaga.(rel/hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional