Demo 212, Puluhan Bus asal Sumbar Bertolak ke Jakarta

Massa yang akan ikut demo damai 212, dilepas oleh masyarakat dengan haru dan isak tangis di Bypass, Pasar Aurkuning, Kota Bukittinggi, Selasa (29/11) siang.
PADANG, METRO–Puluhan bus dari berbagai daerah di Sumbar berangkat menuju Kota Jakarta, Selasa (29/11). Di Padang, sekitar 152 orang berangkat menaiki 4 bus untuk mengikuti aksi damai 212 di Monumen Nasional (Monas). Sedangkan di Kota Bukittinggi, sekitar 9 bus juga berangkat dari Pasar Aurkuning, dan di Padangpanjang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melepas sekitar 41 orang yang berangkat menaiki satu bus di Terminal Busur, Kelurahan Bukit Surungan.
Di Padang, sekitar pukul 10.00 WIB, akhirnya 152 anggota Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, berangkat untuk bergabung dalam aksi damai kasus penistaan agama yang dilakukan tersangka Basuki Cahaya Purnama (Ahok). Ratusan peserta berasal dari berbagai elemen mulai dari Hisbuth Thahir Indonesia Sumbar hingga mahasiswa.
Keberangkatan para anggota GNPF MUI Kota Padang tersebut berpusat di Masjid Babusalam, Ulakkarang, Kecamatan Padang Utara. Keberangkatan itu juga mendapatkan pengawalan aparat kepolisian dari Padang hingga ke Jakarta.
Korlap Aksi Wilayah Sumbar, Irfianda Abidin mengatakan, keberangkatan sempat tertunda Senin (28/11) malam. Namun, akhirnya Selasa pagi, 152 orang berangkat menggunakan empat bus. “Tertundanya keberangkatan rombongan itu merupakan hal yang biasa. Ada musyawarah dengan Polda Sumbar dan Polresta Padang, yang tujuannya untuk lebih amannya perjalanan, maka kami menerima penawaran Polda Sumbar dan mengatur keberangkatan Selasa pagi,” kata Irfianda.
Irfianda menambahkan, meski tertunda tidak menyurutkan niat para peserta demo untuk berangkat ke Jakarta. Bahkan, dengan tertundanya keberangkatan berdapak bertambahnya jumlah peserta demo yang mengajukan diri untuk ikut berangkat ke Jakarta.
“Sekarang ini yang masuk daftar sangat banyak. Nanti kita mencoba mengakomodir keberangkatan mereka. Sekitar 100 orang  masuk dalam daftar tunggu. Dan untuk keberangkatan ini, kita membatasi umur peserta maksimal 40 tahun,” ungkap Irfianda.
Kasatlantas Polresta Padang Kompol Hamidi mengatakan pihaknya melakukan pengawalan terhadap empat bus rombongan demo menuju Jakarta. Pengawalan diberlakukan sampai batas Kota Padang.
“Ini hanya pengawalan biasa, ada tiga personel bertugas mengawal di depan. Pengawalan dilakukan sampai batas kota saja, selanjutnya pengawalan dilakukan estafet masing-masing daerah dan kita sudah berkoordinasi dengan Polres-Polres di daerah,” kata Hamidi.
Polda Membantah
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi, membantah bahwa massa yang berangkat dari Sumbar sebanyak 14 ribu. Ia menegaskan, dari data intel yang telah dirangkum hingga Selasa, baru 300 orang atau lima bus, yang berangkat.
“Saat ini kita fokus dalam aksi demo yang akan digelar 2 Desember. Seluruh intel telah dkerahkan mulai dari Polda Sumbar hingga ke seluruh wilayah kabupaten/kota,” kata Syamsi.
Selain itu, untuk memastikan jumlah masyarakat sumbar yang berangkat, Polda telah berkoordinasi dengan seluruh bus-bus komersial, seperti bus penumpang dan bus pariwisata, serta melakukan pendataan ada maskapai-maskapai penerbangan, dan memang belum ada yang mengangkut warga untuk mengikuti aksi demo.
“Jika ada pernyataan yang menyebut, 5.000 warga Sumbar sudah tiba di Jakarta, itu juga tidak benar. Kita sudah melakukan pendataan, dan dinyatakan belum ada alat transportasi yang mengangkut sebanyak itu,” ungkap Syamsi.
Syamsi menuturkan, dengan beredarnya informasi bahwa massa dari Sumbar 14 ribu, akan berdampak kepada kondusifitas wilayah yang bisa memanaskan situasi. Untuk itu kita meminta kepada seluruh pihak, agar memberikan data yang valid kepada pihak terkait agar memberikan statemen sesuai dengan data yang akurat.
“Hari ini sudah diberangkatkan empat bus dengan jumlah peserta aksi 152 orang. Dan itu terdiri dari Kota Padang, Kota Padangpanjang dan Bukittinggi. Aparat memberikan pengamanan kepada peserta aksi itu hingga mereka sampai ke Jakarta, untuk menjamin keamanan dan keselamatan mereka, dan diperkirakan sudah tidak ada lagi keberangkatan susulan,” jelas Syamsi.
Kepada para peserta aksi 2 Desember yang berangkat, Syamsi mengimbau kepada masyarakat yang akan berangkat mengikuti kegiatan aksi, untuk melakukan zikir dan doa bersama, di tempat masing-masing daerah yang telah diatur di Jakarta, demi menjaga kerukunan umat islam dan antar umat beragama, serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat yang ikut.
Padangpanjang
Di Kota Padangpanjang, rombongan aksi damai 212 yang tergabung dalam kelompok Majelis Taklim Ashabul Kahfi Mesjid Nur Taqwa pimpinan Ustadz Abdul Latief, bertolak dari Padangpanjang menuju Jakarta, sekitar pukul 12.00 WIB.
Rombongan ini dilepas secara resmi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padangpanjang dengan pengawalan ketat aparat keamanan di terminal Busur Kelurahan Bukit Surungan Kota Padangpanjang. Ada 41 orang yang ikut.
”Pada aksi damai 4 November, hanya menggunakan tujuh bus yang berangkat dari wilayah Padangpanjang, Bukittinggi dan Payakumbuh. Namun, untuk 2 Desember, ada 11 bus yang akan membawa peserta aksi,” ungkap Koordinator Keberangkatan, Abdullah.
Sedangkan di Bukittinggi, ratusan massa asal Bukittinggi dan Agam bertolak dari Jalan Bypass, Pasar Aurkuning menuju Jakarta. Massa menggunakan bus NPM, sekitar pukul 10.25 WIB. Tak hanya dilepas oleh sanak dan anggota keluarga, tapi keberangkatan rombongan peserta aksi 212, juga dilepas pedagang Pasar Aurkuning. (rg/wan)

Exit mobile version