Menu

Lahan Pertanian Terancam Menyusut

  Dibaca : 79 kali
Lahan Pertanian Terancam Menyusut
TERANCAM—Areal persawahan di Kota Solok yang semakin terancam berkurang, karena dampak alih fungsi lahan akibat tuntutan pengembangan kota.

SOLOK, METRO
Ancaman alih fungsi lahan pertanian di Kota Solok seakan sulit dihindarkan. Tuntutan pengembangan kota dan kebutuhan akan pembangunan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya alih fungsi lahan pertanian.Seperti terlihat dari target tanam Padi di Kota Solok, pada tahun 2020 ini seluas 2.443,5 hektare. Kalau dibandingkan tahun lalu target tanam Padi ini sedikit turun turun dari target tanam pada 2019 yang mencapai 2.443,56 Ha.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa mengatakan meski target tanam padi sedikit menurun, akan tetapi realisasi tanam Padi di Kota Solok selalu melebihi target tanam. Dari data yang ada, pada tahun 2019 lalu realisasi tanam Padi di Kota Solok mencapai 2.668,3 hektare.

Bahkan lanjutnya luas panen mencapai 2.672, 2 Ha dengan hasil produksi padi 17.823,5 ton. Dari angka itu terlihat, meskipun ada penyusutan areal lahan pertanian di Kota Solok, dalam beberapa tahun belakangan, Pemko Solok tetap diupayakan menjaga luas lahan sawah yang ada dengan menunggu adanya Perda tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan. Memang masih banyak pihak yang memakai lahan pertanian untuk kebutuhan permukiman masyarakat. Sehingga Pemko Solok perlu melahirkan peraturan guna mempertahankan lahan pertanian yang produktif.

Kalau berbicara soal luas lahan pertanian di Kota Solok,  sejak tahun 2010 hingga saat ini terlihat cukup besar peralihan fungsi lahan. Untuk sekarang ini luas lahan pertanian di Kota Solok hanya 876 Ha. Angka ini jauh menyusut jika dibandingkan dari rentang waktu tahun 2009-2010 yang mencapai 1.258 Ha.

Namun Dinas Pertanian Kota Solok berupaya meningkatkan produksi serta kualitas beras yang dihasilkan. Untuk beras Solok yang mendapat Indeks Geografis (IG) untuk jenis Anak Daro misalnya pihaknya berusaha untuk menjual beras secara eksklusif dan menjamin keasliannya.

Untuk proses menjamin keasliannya diperlukan proses yang panjang. Dinas pertanian setempat harus bekerja sama dengan badan usaha, koperasi dan petani untuk mengawasi keaslian beras Solok. “Pengawasan keaslian beras Solok memang panjang mulai dari siapa petani yang menanam, penanaman benih, dimana heler yang dipakai, proses penjemuran sampai jadi beras,” ujarnya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional