Menu

Lahan Pertanian makin Terbatas di Tanah Datar, Efisiensi Produksi harus Dilakukan

  Dibaca : 83 kali
Lahan Pertanian makin Terbatas di Tanah Datar, Efisiensi Produksi harus Dilakukan
PANEN BERSAMA PETANI—Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy saat panen foto bersama petani di Rambatan.

TANAHDATAR, METRO–Peningkatan produksi dan efisensi produksi harus dilakukan di tengah semakin terbatasnya lahan pertanian. Bagaimana agro input bisa minimal dan agro outputnya maksimal.

Hal ini yang ditekankan Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy saat panen padi Kelompok Tani Sawah Pauah Nagari Rambatan, Sabtu (7/8).

“Lahan (pertanian) terbatas, banyak yang alih fungsi lahan seperti untuk perumahan dan lainnya. Artinya harus terjadi peningkatan produksi, efisiensi produksi. Agro inputnya  harus minim, agro ouputnya harus maksimal, yang masuknya harus seminim mungkin, misalnya pestisida, herbisida dan pupuk tetapi hasilnya bisa maksimal,” sampai Audy.

Disampaikannya mekanisasi merupakan salah satu cara memaksimalkan agro output atau hasil padinya, karena kadang-kadang kalau dengan manual banyak yang terbuang. Diharapkan dengan pemakaian mesin lebih optimal.

Selain itu persoalan ketersedian air atau irigasi juga akan jadi perhatian. “Masalah irigasi kita cek kembali, aliran airnya kemana saja dan kerusakannya dimana saja, supaya airnya masuk maksimal,” janji Audy.

Senada dengan itu Bupati Tanah Datar diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Keuangan Nusyirwan mengatakan pemerintah daerah sangat mendukung panen dengan mekanisasi.

“Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah sulitnya tenaga kerja dan tingginya upah pada tahap panen dan pasca panen sehingga masa bera atau jarak dari panen ke tanam memakan waktu yang lama,” sebut Nusyirwan.

Sektor pertanian sebut Nusyirwan juga merupakan sektor unggulan dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati, 4 program unggulan dari 10 program adalah sektor pertanian yang akan mengangkat langsung pendapatan per kapita masyarakat, di antaranya program bajak gratis, peningkatan asurasi tani padi dan sapi, peningkatan pupuk subsidi dan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Di kesempatan terpisah Kadis Pertanian Tanah Datar Yulfiardi mengatakan produksi padi Tanah Datar tahun 2020 sebesar 333.787 ton dan produktifitasnya 5,7 ton/hektar.

“Sampai triwulan II tahun 2021 ini produksi padi kita mencapai 155.537 ton dengan produktifitas 5,7 ton/hektar,” sebutnya. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional