Menu

Lahan Pertanian Diperkirakan Tinggal 2.800 Ha di 2030

  Dibaca : 103 kali
Lahan Pertanian Diperkirakan Tinggal 2.800 Ha di 2030
TERIMA KUNJUNGAN— DPRD Padang menerima kunjungan dari rombongan DPRD Pekanbaru, Kamis (12/11).

SAWAHAN, METRO
DPRD Kota Pekanbaru melakukan kunjungan kerja ke kantor DPRD Kota Padang, Kamis (12/11). Dalam kunjungan tersebut, rombongan disambut oleh Kabag Sistem Penganggaran dan Pengawasan DPRD Kota Padang, Imral Fauzi.

Ketua rombongan yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulkarnain dalam sambutannya menjelaskan bahwa, kedatangan rombongan DPRD Pekanbaru ini mempelajari Kota Padang dalam hal pembuatan Perda inovasi daerah dan perda lain yang dapat meningkatkan pendapatan daerah Kota Padang.

“Kedatangan kita dalam hal kunjungan kerja mempelajari bagaimana Kota Padang membuat perda, karena kami sendiri di Kota Pekanbaru baru membuat Ranperda tentang Inovasi Daerah, dan Ranperda BUMD,” ucapnya.

Sementara, Kabag Sistem Penganggaran dan Pengawasan DPRD Kota Padang, Imral Fauzi mengatakan Pemko Kota Padang ditengah pandemi ini tidak membatasi kunjungan kerja dari berbagai daerah lain, asal menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

“Kita sama-sama tahu, Kota Padang ini sangat mengharapkan kunjungan dari berbagai daerah. Namun pariwisata dan kuliner yang merupakan faktor penarik orang berkunjung ke Kota Padang. Oleh karena itu, pergerakan ekonomi di Kota Padang di dominasi oleh sektor jasa,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat yang hadir menyampaikan bahwa lahan pertanian di Kota Padang terus menunjukan penurunan luas di tiap tahunnya. Dinas Pertanian Kota Padang mencatat hingga tahun ini luas lahan pertanian turun menjadi 5.400 hektare. Penurunan ini disebabkan pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya.

“Hingga tahun ini lahan pertanian terus menurun menjadi 5.400 hektare. Diperkirakan pada tahun 2030 nanti lahan pertanian yang mampu bertahan yakni seluas 2.800 hektare saja,” ucapnya.

Ia mengatakan, kebutuhan pangan Kota Padang didukung oleh tiga kabupaten yang berbatasan dengan Kota Padang. Sedangkan untuk kebutuhan akan ikan, Kota Padang memiliki stok yang berlebih hingga mengirim ikan laut ke Kota Pekanbaru.

“Untuk kebutuhan pangan, kita mendapat dukungan dari Padangpariaman, Solok dan Pesisir Selatan. Sedangkan untuk kebutuhan daging sapi yang mencapai 60 ekor perhari, Kota Padang mendapat pasokan dari provinsi Lampung,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa dengan hadir Perusda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) cukup mendongkrak PAD Kota Padang. “Sebelumnya kita menggelontorkan dana untuk modal PSM sebesar Rp5 miliar. Dengan modal segitu, kian hari perkembangan PSM semakin meningkat, sehingga di tahun depan, pemerintah berencana akan menambah modal PSM menjadi Rp 20 miliar rupiah,” ucapnya.

Di penghujung pertemuan, ketua rombongan dari DPRD Kota Pekanbaru, Zulkarnain mengucapkan terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Dan ia akan mempelajari dan akan mengimplementasikan di Kota Pekanbaru. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional