Menu

Lagi, Penguburan Pasien Covid-19 Lamban, Fraksi Gerindra DPRD Padang segera Panggil Pemko

  Dibaca : 949 kali
Lagi, Penguburan Pasien Covid-19 Lamban, Fraksi Gerindra DPRD Padang segera Panggil Pemko
Mastilizal Aye

SAWAHAN, METRO— Meski jenazah pasien positif covid-19 sudah dikuburkan Jumat (17/4) sekitar pukul 21.00 WIB, Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang tetap akan memanggil Pemko Padang. Pasalnya, lebih dari 10 jam pasien terlantar di RS Universitas Andalas (Unand) Padang.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Masitilizal Aye mengatakan, pihaknya telah mendapat instruksi langsung dari Ketua DPD Partai Gerindra Andre Rosiade untuk menginvestigasi kasus ini. Karena, ada informasi yang menyebutkan, keluarga korban sempat mengeluhkan penolakan di TPU Tunggul Hitam dan TPU Aiadingin. Bahkan juga oknum Lurah di tempat tinggalnya. Selanjutnya, proses penguburan juga bertele-tele.

“Kami langsung malam ini konfirmasi kepada bu dokter yang disebutkan Ketua Andre. Informasinya, yang menolak bukan Lurah atau pejabat. Tapi petugas di tempat pemakaman. Karena mereka tidak mendapatkan surat kematian. Tentu saja keluarga belum sempat mengurusnya. Karena, korban adalah pasien positif corona,” kata Sekretaris DPC Gerindra Padang ini.

Aye menegaskan, Fraksi Gerindra akan kembal memanggil Pemko Padang, baik BPBD, Dinkes, kalau perlu Wali Kota Padang untuk memastikan prosedur dan ketetapan (protap) penguburan ini. Karena, seharusnya prosesnya hanya 4 jam saja. Ini sudah terlalu lama dan mengakibatkan kegaduhan. “Kami akan panggil dan pastikan masalah ini jelas. Semua pejabat yang lamban dan menghalang-halangi harus diganti,” katanya.

Apalagi, kata Aye, Gubernur Sumbar telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Sumatera Barat  Kepada Bupati dan Walikota se Sumatera Barat, Nomor: 360/035/COVID-19-SBR/IV-2020 tanggal 17 April 2020 tentang Tanggung Jawab Pemakaman Jenazah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Propinsi Sumatera Barat. “Tanggung jawab penguburan itu ada pada Wali Kota. Jadi, harus dipastikan kuburannya,” katanya.

Sebelumnya Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade menyayangkan masih terjadinya penolakan terhadap jenazah pasien positif atau suspect (diduga) covid-19 di Kota Padang, Sumbar. Jumat (17/4), Andre menerima kabar itu langsung dari keluarga korban kepadanya dan sejumlah kader Gerindra lain. Parahnya, yang turut serta menolak itu adalah oknum lurah di Kota Padang.

“Kami mendapat kabar, ada pasien yang meninggal pukul 10.00 WIB pagi ini di rumah sakit di Kota Padang. Saat mau dikuburkan, ada yang menolak dikuburkan di TPU Tunggul Hitam dan TPU Aia Dingin. Sementara, tempat penguburan di Bungus belum selesai dan belum bisa dipakai,” kata Andre, anggota DPR RI asal Sumbar ini.

Andre menyebut, yang meninggal itu adalah keluarga dari salah seorang direksi di RSUD di Sumbar. Orang yang juga berjasa dalam penangahan covid-19 di Sumbar ini. “Kalau terus seperti ini, tentu Kota Padang akan menjadi contoh buruk bagi masyarakat Sumbar. Kami dengar, juga ada pernyataan dari Lurah yang menolak ini,” kata Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre langsung menginstruksikan Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang untuk bergerak meninvestigasi dan memastikan kasus ini. Kalau memang ada pejabat, baik itu Lurah, Camat sampai Kepala Dinas yang menolak penguburan, harus cepat ditindak tegas. “Desak Wali Kota Padang untuk memecat Lurah atau itu. Karena itu sudah keterlaluan,” kata Andre. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional