Menu

Lagi.., Pelanggar Perda  Dibawa ke Sidang di Pengadilan Negeri Kota Payakumbuh

  Dibaca : 50 kali
Lagi.., Pelanggar Perda  Dibawa ke Sidang di Pengadilan Negeri Kota Payakumbuh
SIDANG—Suasana sidang warga yang melangar Perda di Payakumbuh berjalan aman.

PAYAKUMBUH, METRO–Aturan tetaplah aturan, dibuat untuk dipatuhi oleh siapapun. Apabila terbukti melanggar aturan, maka akan ada hukuman yang menanti. Berulang kali me­langgar, maka semakin be­ratlah sanksi yang diberikan, walaupun berusaha mangkir penyidik Pol PP selaku kuasa jaksa tetap akan mengejar demi tegaknya hukum.

Pada Jumat (4/6), ber­tempat di Pengadilan Negeri Kota Payakumbuh, 2 orang pe­langgar peraturan daerah dibawa Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Paya­kum­buh Devitra bersama Kabid PPD Ricky Zaindra dan Kasi Pe­nyidik Alrinaldi serta jaja­ran ke ranah hukum untuk di­proses.

Pertama adalah Y (49), yang didakwa melanggar dua Perda, yaitu Pasal 15 jo Pasal 5 Ayat 3 Perda Nomor 01 Tahun 2003 ten­tang pen­ce­gahan, penin­dakan dan pemberantasan penyakit masyarakat dan maksiat dalam wilayah Ko­ta Paya­kumbuh dan Pasal 11 ayat 8 Perda Nomor 01 Tahun 2007 tentang izin usaha dan res­tribusi ke­pa­ri­wisataan.

Pada saat melakukan razia pada 6 Mei 2021 silam di depan Hotel Bundo Kan­duang, Kelurahan Padang Tiakar, Kecamatan Paya­kumbuh Timur. Ditemukan tersangka Y melanggar Per­da karena menjual nasi bung­kus pada siang hari di bulan Ramadhan.

“Pada saat Tim gabu­ngan melakukan razia ke warung nasi terdakwa, dida­pati jualan berupa nasi dan lauk pauk, dan juga terdapat orang yang sedang berbe­lanja nasi dilokasi kejadian dibuktikan dengan adanya nasi yang dibungkus untuk dibawa pulang,” kata De­vitra.

Di hadapan hakim Penga­dilan Negeri Kota Paya­kumbuh Sonya Monica, ter­sangka Y mengaku bersalah atas perbuatan yang dila­kukan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang sama kemudian hari.

Putusan sidang yang dija­tuhkan adalah barang bukti berupa termos nasi dikem­balikan kepada terdakwa, terdakwa terbukti bersalah melakukan menjual nasi pada saat bulan suci rama­dhan, dan dipidana denda sebanyak Rp.500.000, apa­bila tidak dibayarkan maka diganti dengan kerja sosial selama 20 jam

“Untuk sidang pemilik warung kelambu ini me­mang lambat terlaksana karena kemarin mangkir alias tidak koopratif dengan tidak menghadiri sidang pertama. Jadi Penyidik Pol PP terus mengejar dan akhir­nya baru bisa disidangkan hari ini,” ucap Kasat Pol PP dan Damkar yang dikenal dekat dengan awak media ini.

Pelanggar perda kedua yang diproses di meja hijau adalah A (21). Dimana pada hari Kamis, 3 Juni 2021 silam, pada pukul 21.30 WIB, A tertangkap oleh petugas melanggar Pasal 101 jo Pasal 11 huruf d angka 2 Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Tahun 2021 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pen­cegahan Dan Pengendalian Covid-19. Tersangka A keda­patan tidak memakai mas­ker sebanyak 2 kali, berda­sarkan hasil pendataan me­lalui aplikasi SIPELADA.

“Tersangka tertangkap untuk kedua kalinya saat razia di Ngalau Medan Nan Bapaneh. Putusan sidang yang dijatuhkan hakim ada­lah denda sebesar Rp­.150.­000 atau diganti dengan pi­dana kurungan selama 1 hari,” terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Riza Falepi dalam wawan­cara dengan media bebe­rapa waktu lalu menyam­paikab Perda AKB meru­pakan mewujudkan kesa­daran bersama dalam rang­ka mencegah dan mengen­dalikan penularan Covid-19 di daerah dengan melibat­kan peran aktif masyarakat, serta memberikan kepas­tian hukum pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pe­ngen­dalian Covid-19 bagi aparatur pemerintah dae­rah, pemerintah kabupaten/kota, penanggungjawab ke­giatan/usaha dan masya­rakat. “Substansi penegakan Perda ini, lebih kepada uku­ran mendidik, jika sudah beberapa kali melanggar aturan, tentu kita tertibkan,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional