Close

Lagi, Mafia BBM Bersubsidi Ditangkap di Kecamatan Harau

MAFIA BBM— Pelaku EY yang terlibat kasus penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar ditangkap jajaran Polres Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Aksi penimbunan dan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar masih terus terjadi. Teranyar, jaja­ran Satreskrim Polres Limapuluh Kota me­nang­kap seorang pela­ku mafia BBM ber­sub­sidi di di Jorong Pintu Koto Kenagarian Bukik Limbuku, Keamatan Harau.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan satu unit mobil minibus yang kedapatan membawa 13 jerikan ukuran besar berisi solar yang akan dibeli dari SPBU untuk dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu, petugas juga menangkap pelaku berinisial EY (48), warga Jorong Sarilamak, Nagari Harau, Kecamatan Harau.

Kapolres Limapuluh K­o­ta, AKBP Ricardo Con­drat Yu­suf melalui Kasat Res­krim, AKP Syafrinaldi me­ngatakan, pelaku EY ditang­kap saat hendak mengan­tarkan BBM ber­subsidi itu kepada pem­belinya. Pelaku membawa BBM itu meng­gunakan mobil.

“Ada belasan jeriken berisi solar yang kami sita. Totalnya ada ratusan lite. Dari hasil pemeriksaan, Solar itu dibeli oleh pelaku di salah satu SPBU. Setelah itu, dijual lagi kepada orang lain dengan harga yang lebih tinggi. Keuntungan­nya mencapai jutaan rupiah,” ujar AKP Syafrinaldi, Kamis (15/9).

Menurut AKP Syafri­naldi, penangkapan pelaku berkat adanya informasi dari masyarakat jika pelaku kerap melakukan penim­bunan BBM bersubsidi dan menyalahgunankannya ti­dak sesuai peruntukan. Dari laporan itu, tim ber­gerak melakukan pengin­taian hingga pelaku di­tangkap pada Minggu (11/9) lalu.

“Kami masih terus me­la­kukan pemeriksaan ter­hadap tersangka EY, ter­ma­suk untuk mendalami kepada siapa BBM itu akan dijual. Selain itu, kami juga akan memanggil pihak SPBU tempat tersangka membeli BBM. Jika ada keterlibatan juga akan kami proses hukum,” tegas AKP Syafrinaldi.

AKP Syafrinaldi menu­turkan,  atas perbua­tan­nya, tersangka EY diancam Pasal 55 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 ten­tang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana yang telah diubah dalam Pasal 40 angka ke 9 Undang-undang nomor 11 tahun 2020 ten­tang Cipta Kerja.

“Ancaman huku­man­nya enam tahun kurungan pen­jara dan denda Rp 1 miliar rupiah. Kami akan terus melakukan peman­tauan dan pengawasan untuk membongkar mafia BBM di Kabupaten Lima­puluh Ko­ta,” tukasnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top