Menu

Lagi, Bunga Bangkai Ditemukan Mekar di kebun durian milik warga di Puduang, Kabupaten A­gam

  Dibaca : 174 kali
Lagi, Bunga Bangkai Ditemukan Mekar di kebun durian milik warga di Puduang, Kabupaten A­gam
TENGAH MEKAR— Bunga bangkai jenis Amorphophallus paeniifolius kembali ditemukan tengah mekar di kebun durian warga di Nagari Koto Kaciak, Kabupaten Agam, Sabtu (7/8).

AGAM, METRO–Satu individu bunga bangkai jenis Amor­pho­phallus Paeniifolius  kem­bali ditemukan tengah me­kar di kebun durian milik warga di Puduang, Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tan­jung Raya, Kabupaten A­gam. Bunga langka ter­sebut tumbuh di kawasan kebun durian, dan berjarak sekitar 200 meter dari per­mukiman warga.

Tumbuhan yang biasa disebut Suweg itu dite­mukan Rheno Nofryan war­­ga Nagari Koto Kaciak, ketika sedang mencari buah durian di kebun mi­liknya, Sabtu (7/8).

Rheno mengatakan, tum­buhan tersebut ditemukan tumbuh subur dengan uku­ran lebih dari satu jengkal dan tinggi sekitar 30 centimeter. “Saya menemukan bunga bangkai itu ketika sedang mencari buah du­rian di sekitar lokasi tadi malam. Saat itu, saya me­lihat ada tumbuhan yang bentuknya aneh dan beda dari yang lain. Setelah men­cari informasi melalui Google, ternyata tum­bu­han tersebut adalah bunga bangkai,” ujar Rheno.

Mengetahui bunga ter­sebut merupakan tum­bu­han langka, dirinya beri­nisiatif untuk memberi tanda disekitar lokasi. “Su­dah saya beri tanda se­derhana disekitar lokasi, supaya warga yang da­tang tidak merusak tum­buhan tersebut,” imbuh Rheno.

Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor A­gam, Ade Putra menye­butkan, bunga bangkai je­nis Amorphophallus Pae­niifolius yang ditemukan di kebun durian di Puduang, Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak itu, sedang memasuki fase mekar pa­da hari kedua.

Sepertinya tumbuhan tersebut sedang mekar pada hari kedua. Bunga itu akan mekar sempurna sam­pai dengan membusuk selama rentang waktu 7 hingga 10 hari,” ungkap Ade.

Ade menjelaskan, bu­nga bangkai sendiri dike­tahui mengalami dua fa­se, yaitu fase vegetatif atau berdaun yang di­tandai de­ngan adanya batang dan daun serta berlangsung sampai de­ngan dua tahun. Sedang­kan fase generatif atau berbunga berlang­sung selama 7-10 hari.

 “Selain itu, bunga yang biasa tumbuh di daerah tropis atau Asia Tenggara tersebut bisa mekar d­e­ngan diameter mencapai 33 sentimeter dan tinggi 34 sentimeter dari permukaan tanah,” kata Ade.

Lebih lanjut dikatakan, tumbuhan ini berbeda de­ngan tumbuhan bunga Raff­lesia yang disebut bunga berumah dua. Bu­nga bangkai adalah bunga berumah satu yang me­miliki bunga jantan dan betina.  “Sampai saat ini, ada empat jenis bunga bangkai yang ditemukan di wilayah Kabupaten Agam, yakni Amorphophallus tita­num, Amorphophallus gigas, Amorphophallus paoe­niifolius, dan Amor­pho­phallus variabilis,” jelas Ade. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional